JAKARTA - Tragedi Kanjuruhan meninggalkan duka mendalam bagi dunia sepak bola Tanah Air. Ratusan jiwa melayang dalam insiden kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya.
Pembenahan di segala lini dilakukan. Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar Stadion dirobohkan. Berikut Fakta-Faktanya:
1. Presiden Jokowi Bertemu Presiden FIFA
Presiden Jokowi bertemu dengan Presiden FIFA Gianni Infantino. Keduanya sepakat, tragedi Kanjuruhan menjadi pelajaran yang sangat penting bagi persepakbolaan di Indonesia dan dunia.
Kemudian, akan dilakukan pembenahan dan evaluasi dalam penyelenggaraan sepak bola di Tanah Air. BACA JUGA:Tindak Lanjuti Rekomendasi TGIPF, Polri Gelar Rekonstruksi Tragedi Kanjuruhan
2. Stadion Kanjuruhan Dirobohkan
Presiden Jokowi memerintahkan agar meruntuhkan Stadion Kanjuruhan, Malang. Diruntuhkannya stadion Kanjuruhan itu usai berdiskusi dengan Presiden FIFA Gianni Infantino.
"Tadi saya juga menyampaikan dan FIFA mengapresiasi untuk Stadion Kanjuruhan di Malang, juga akan kita runtuhkan, ujar Jokowi dalam keterangannya di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa 18 Oktober 2022.
3. Stadion Kanjuruhan Akan Dibangun Lagi Sesuai Standar FIFA
Usai dirobohkan, kata Presiden Jokowi, Stadion Kanjuruhan akan dibangun lagi sesuai dengan standar FIFA. "Kita (akan) bangun lagi sesuai dengan standar FIFA," ujar Jokowi.
Kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan diketahui telah menelan 133 nyawa suporter sepak bola. Kemudian, ratusan orang terluka.
4. Jadi Stadion Percontohan
Bukan hanya akan dibangun sesuai standar FIFA, namun Stadion Kanjuruhan akan menjadi contoh stadion dengan beragam fasilitas yang baik dalam menyelenggarakan sebuah pertandingan sepak bola.
"Sebagai contoh standar stadion dengan fasilitas-fasilitas yang baik, menjamin keselamatan penonton dan pemain dan juga untuk suporter," kata Jokowi.
5. Tragedi Kanjuruhan Jangan Sampai Terulang
Presiden Jokowi berharap, kejadian yang terjadi di Stadion Kanjuruhan tidak terulang kembali. Jangan sampai, keceriaan menonton sepak bola berujung duka.
"Dan jangan sampai kejadian ini terulang kembali jangan sampai kegembiraan penonton pertandingan sepak bola berujung pada duka dan malapetaka," ujar Jokowi.
(Arief Setyadi )