Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Didatangi Banyak Polisi, Alasan Orangtua Korban Tragedi Kanjuruhan Batalkan Autopsi

Avirista Midaada , Jurnalis-Kamis, 20 Oktober 2022 |01:06 WIB
Didatangi Banyak Polisi, Alasan Orangtua Korban Tragedi Kanjuruhan Batalkan Autopsi
Ilustrasi (Foto : iNews)
A
A
A

"Yang mantan nggak menuntut, (keluarga mantan istrinya) nggak tahu kalau bikin (tuntutan), mereka nggak tahu, itu anak kandung saya, yang bikin saya, padahal kuburannya ada di sana, kamu itu siapa, kan gitu. Ini anakku saya jawab, saya sudah ngajukan tuntutan ke Pak Imam pengacara saya, semua saya pasrahkan ke Pak Imam," jelas Devi menceritakan percakapannya dengan salah seorang polisi.

Devi mengaku sempat diadu domba dengan pihak keluarga mantan istrinya yang berada di Wajak, Kabupaten Malang. Pasalnya keluarga mantan istrinya yang notabene ibu kandung kedua anaknya tak melakukan tuntutan.

"Ini tanggungjawab saya, kok harus izin keluarga yang almarhum mantan istrinya, seharusnya kan ini tanggung jawab saya, yang mengadu antara keluarga almarhum istri dan saya," ungkapnya.

Saat ia memutuskan untuk membatalkan rencana autopsi kedua anaknya ia pun didatangi banyak polisi. Saat itu beberapa anggota kepolisian ada yang masuk ke dalam rumahnya dan yang berada di luar rumah. "Banyak yang datang. Waktu mau pencabutan. Yang di dalam rumah sedikit, yang di luar banyak," kata dia.

Dijelaskannya, surat pernyataan itu awalnya ia buat menggunakan tulisan tangan dan dikoreksi oleh petugas kepolisian, hingga akhirnya drafnya pastinya diketik dan ia tanda tangani. "Saya yang bikin pertama, mereka mengoreksi ini kurang itu kurang," tukasnya.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement