JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) RI, Moh. Mahfud MD menyebutkan pentingnya agar pihak-pihak yang bertanggung jawab di Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengundurkan diri karena kewajiban moril.
Hal tersebut disampaikan Mahfud MD saat menjadi salah satu narasumber dalam pemaparan Survei Nasional Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengangkat tema 'Kepercayaan Publik terhadap Lembaga Penegakan Hukum dan Persepsi terhadap Kasus Kanjuruhan', Kamis (20/10/2022).
BACA JUGA:Rekonstruksi Tragedi Kanjuruhan, Polisi Peragakan Penembakan Gas Air Mata
"Masalah Kanjuruhan, Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) rekomendasinya apa ada gunanya. Pengaturan organisasi sudah diatur oleh FIFA atau statuta PSSI. Kita tidak ikut campur. Tapi pemerintah bekerja sama dengan FIFA untuk melakukan transformasi untuk pengembangan PSSI ke depannya," ujar Mahfud MD.
Ia menyebutkan banyaknya korban jiwa dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan disebabkan penonton yang panik menghindari lontaran gas air mata.
BACA JUGA:Layanan Publik Papua Terganggu, KPK Akan Periksa Kesehatan Lukas Enembe di Papua
"Kematian massal itu karena penembakan gas air mata, sehingga membuat penonton panik, berdesak-desakan di satu lokasi titik pintu yang sama sehingga menyebabkan kematian," kata Mahfud MD.
Mahfud MD menyebutkan penyelidikan terkait tragedi Stadion Kanjuruhan masih terus diusut hingga tuntas.
"Sekarang terus diperiksa lagi 16 orang. PSSI itu supaya mengundurkan diri seluruh stakeholder. Orang mengundurkan diri itu seruan moral. Apa perlu munaslub. Perlu rekomendasi lebih konkrit. Kita mulai ada tindakan harus ada mundur secara moral, bukan karena prosedural," lanjut Mahfud MD.
Mahfud MD juga sudah meminta pengaturan ke institusi Polri agar membuat aturan baru dan penyusun protap baru dalam pengamanan sepak bola.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan terjadi usai kekalahan Arema FC 2-3 saat bertanding dengan Persebaya dalam perhelatan Liga 1 BRI 2022/2023 pada Sabtu (1/10/2022) malam.
Kepala Posko Crisis Center sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Wijanto Wijoyo menyampaikan korban luka dan tewas Tragedi Stadion Kanjuruhan seluruhnya berjumlah 754 orang.
BACA JUGA: Polisi Ungkap Inti Rekonstruksi Peristiwa Stadion Kanjuruhan
Dari total 754 orang korban diketahui 132 orang meninggal dunia dengan rincian 44 orang diantaranya merupakan anak-anak.
Jumlah ini bertambah menjadi 133 orang setelah satu orang korban tragedi Kanjuruhan yang dirawat di RSUD Saiful Anwar, Malang Jawa Timur dinyatakan meninggal dunia pada 18 Oktober 2022 lalu.
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.