Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengapa Suku Batak Mempunyai Banyak Marga?

Nadilla Syabriya , Jurnalis-Jum'at, 21 Oktober 2022 |16:12 WIB
Mengapa Suku Batak Mempunyai Banyak Marga?
Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Suku Batak menjadi salah satu kelompok etnik terbesar di Indonesia berdasarkan sensus dari Badan Pusat Statistik tahun 2010. Suku ini bermukim di Pantai Barat dan Pantai Timur Sumatera Utara.

Ciri khas dari suku ini terletak dari marganya yang berjumlah hampir 500 marga. Marga adalah nama pertanda yang menunjukkan dari keluarga mana seseorang berasal.

Silsilah ini menjadi identitas orang Batak dalam pergaulan sehari-hari. Marga juga menjadi penentu jodoh, karena kepercayaan Batak tidak diperbolehkan menikah dengan pasangan yang memiliki marga sama.

Lantas, mengapa suku Batak memiliki banyak marga? Yuk simak pembahasannya.

Melansir dari berbagai sumber, Suku Batak meliputi enam sub-etnis, yaitu Mandailing, Karo, Angkola, Pakpak, Simalungun, dan Toba. Setiap sub-etnis mempunyai marga utama dan sub-marga yang diwariskan kepada keturunannya.

Selain dari enam sub-etnis tersebut, marga Batak juga didasarkan tempat tinggal, yaitu Batak Pesisir Barat Barus, Batak Barat Sibolga, Batak Pesisir Timur di bagian Utara dan Selatan, Batak Alas, Batak Kluwet, dan Batak Singkil.

Setiap sub memiliki ciri khas nama marga, yang berfungsi sebagai tanda adanya tali persaudaraan. Karena orang Batak menganut paham garis keturunan bapak (patrilineal), maka dengan sendirinya marga tersebut juga berasal dari bapak.

Melalui tarombo (silsilah kekerabatan Batak), diketahui bahwa asal-usul suku Batak dimulai dari Batak Toba. Berkembangnya suku Batak dimulai dari Si Raja Batak.

Dalam buku Pustaha Batak Tarombo dohot Turiturian ni Bangso Batak karya W. M. Hutagalung disebutkan, asal usul Batak dikisahkan dari Mulajadi Nabolon menciptakan Si Raja Ihat Manisia (laki-laki) dan Siboru Ihat Manisia (wanita).

Si Raja Ihat Manisia memiliki tiga orang anak, salah satunya Raja Miokmiok. Anak dari Raja Miokmiok, yakni Engbanua memiliki anak bernama Raja Bonangbonang.

Kemudian, Raja Bonangbonang memiliki tiga orang anak, salah satunya bernama Guru Tantan Debata.

Guru Tantan Debata memiliki satu orang anak, yaitu Si Raja Batak. Si Raja Batak dipercaya sebagai ujung dari suku Batak. Dia diturunkan di Gunung Pusuk Buhit Danau Toba.

Si Raja Batak memiliki dua orang anak, yaitu Guru Tatea Bulan dan Raja Isumbaon. Barulah muncul keturunan lain sampai beranak pinak dan melahirkan banyak marga.

Keturunan Tatea Bulan disebut Lontung dan keturunan Raja Isumbaon disebut Sumba. Kedua marga ini merupakan induk dari marga-marga yang ada di Batak.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement