Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Curhat Ibu yang Kehilangan Buah Hati karena Gagal Ginjal: Saya Enggak Kuat

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Jum'at, 21 Oktober 2022 |18:46 WIB
Curhat Ibu yang Kehilangan Buah Hati karena Gagal Ginjal: Saya Enggak Kuat
Orangtua menunggu anaknya yang didiagnosa gagal ginjal (Foto: Antara)
A
A
A

Beragam mainan itu mengingatkannya pada sosok Umar yang ceria dan penyayang. “Saya nggak kuat,” ungkapnya pilu.

Umar Abu Bakar, berusia 2 tahun 10 bulan ketika dinyatakan meninggal oleh dokter di RS Cipto Mangunkusomo (RSCM) Jakarta. Umar didiagnosis mengalami gagal ginjal.

Siti tidak merasakan kecurigaan sedikit pun, ketika Umar mengalami demam, batuk, pilek, dan diare, pada Sabtu, 10 September 2022. Ia hanya berpikir, anak keduanya itu cuma mengalami sakit yang umum dialami anak-anak balita.

Namun karena disertai diare, Siti membawa Umar berobat ke sebuah klinik di Bekasi yang menjadi layanan kesehatan tingkat pertama BPJS Kesehatan.

Ia dan Umar pulang dengan membawa tiga jenis obat, termasuk paracetamol sirup. Setelah tiga hari mengkonsumsi obat, Umar mendadak berhenti kencing.

“Malamnya masih pipis, tapi Selasa pagi, sudah gak ada pipis. Saya gantiin pampers kan biasanya pagi penuh, tapi ini sudah nggak ada pipis,” tutur Siti.

Umar beberapa kali dirawat di rumah sakit, sebelum akhirnya dirujuk ke RSCM.

Siti tidak menyangka sedikit pun anaknya bakal mengalami gangguan ginjal akut karena Umar tidak memiliki riwayat penyakit berat. “Makanya bingung, kok bisa gagal ginjal akut,” ucapnya.

Siti mengaku heran, mengapa kasus tersebut baru diangkat ke media belakangan ini, padahal kasusnya sudah ada sejak awal tahun ini.

Mengenai dugaan kandungan etilen glikol dan dietilen glikol dalam obat yang menjadi penyebab sakit tersebut, Siti kembali menyatakan kebingungannya.

“Saya juga bingung sebenarnya ini, kenapa bisa ada yang berbahaya dari si (obat) sirup ini. Padahal kalau memang dia ber-BPOM kan seharusnya sudah diuji. Kenapa bisa ada kandungan-kandungan lain yang berbahaya di dalam obat itu.”

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement