Share

Puting Beliung Terjang Lombok Utara, 446 Rumah Terdampak

Muhammad Farhan, MNC Portal · Jum'at 21 Oktober 2022 06:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 21 340 2691501 puting-beliung-terjang-lombok-utara-446-rumah-terdampak-yoG1wfq7p6.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA – Angin puting beliung menerjang Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat pada Selasa 18 Oktober 2022. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Utara melaporkan 446 rumah terdampak di daerah Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Menurut Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari mengungkapkan sebanyak 1.348 jiwa terdampak akibat angin puting beliung tersebut.

"Menurut laporan visual, kerusakan paling parah adalah bagian atap rumah warga," ujar Muhari melalui keterangan resminya, Jumat (21/10/2022).

Saat ini, lanjut Muhari, BPBD Kabupaten Lombok Utara telah memberikan penanganan sementara bagi korban yang terdampak tersebut. Untuk itu, ia menjelaskan pihak BPBD Lombok Utara berkoordinasj dengan pejabat desa setempat untuk mendata korban akibat angin ribut tersebut.

"BPBD Kabupaten Lombok Utara telah berkoordinasi dengan pemerintah Desa untuk pendataan dan dinas sosial untuk bantuan logistik kepada warga terdampak," terang Muhari.

Maka dari itu, Muhari juga menuturkan berdasarkan peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), adanya potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat dan angin kencang di Lombok dan sekitarnya.

"Waspada adanya potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat dan angin kencang di sebagian wilayah Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, Lombok Utara dan Sumbawa pada Kamis dan Jumat," ujarnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Sementara itu menurut Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, meminta seluruh pemangku kebijakan di daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem, yang diprakirakan masih akan melanda wilayah Tanah Air dalam beberapa waktu ke depan.

"BNPB mengimbau kepada masyarakat dan pemangku kebijakan di daerah setempat agar tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan," kata Suharyanto.

Kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana imbas cuaca ekstrem itu, lanjut Suharyanto, perlu ditanggapi secara serius oleh segenap komponen pemerintah daerah setempat. Ia meminta agar kesiapsiagaan dilakukan seperti mengecek kesiapan alat, perangkat dan personil dalam menghadapi cuaca ekstrem yang dapat berdampak bencana seperti banjir, banjir bandang, angin kencang dan tanah longsor.

"Upaya kesiapsiagaan bencana dapat dilakukan seperti monitoring kekuatan struktur baliho dan pohon-pohon besar di wilayah perkotaan hingga desa, pemantauan lereng perbukitan, susur sungai dengan didampingi oleh petugas berpengalaman, pembersihan aliran sungai, kanal, saluran drainase perkotaan, dan saluran irigasi agar dilakukan secara berkala untuk meminimalisir potensi bencana," lanjut Suharyanto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini