Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ekonomi FMCG Indonesia

Opini , Jurnalis-Senin, 24 Oktober 2022 |15:19 WIB
Ekonomi FMCG Indonesia
Foto: Dok 500px
A
A
A

Mendukung industri rumahan dengan keunggulan kompetitif untuk mendorong pemulihan yang tangguh dan inklusif tidak hanya memerlukan intervensi khusus oleh pemerintah, tetapi harus mencakup langkah-langkah yang mencerminkan kebijakan yang lebih ramah bisnis dan birokrat yang lebih cerdas yang memungkinkan lingkungan bisnis kita membantu untuk menghadapi tantangan dunia yang paling bergejolak, tidak pasti, dan kompleks di era pasca pandemi ini. peningkatan infrastruktur, serta peningkatan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia. Indonesia membutuhkan rantai pasokan yang efisien dan transparan, penggunaan teknologi dan proses yang lebih baik untuk meningkatkan kualitas produk, regulasi yang disederhanakan, dan kemitraan yang efektif antara bisnis dan pemerintah.

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 5-7persen pada  2023, Indonesia harus menargetkan realisasi investasi antara Rp1.200 – Rp.1500 triliun. Secara garis besar, untuk mendapatkannya, realisasi penanaman modal baik lokal maupun asing harus ditingkatkan hingga 22-25 persen. Kementerian Penanaman Modal/BKPM tampaknya berkomitmen untuk memfasilitasi investor dengan mempromosikan Indonesia sebagai tujuan investasi yang ramah iklim, memberikan pendampingan layanan perizinan melalui Online Single Submission-Risk Based Assessment (OSS-RBA), membantu financial closing, menyampaikan end-to-end services, dan membantu investor mencapai tahap produksi.

Ada tantangan di depan. Namun, dengan solidaritas, kewaspadaan, dan ketahanan. Ekonomi di Asia Tenggara ini dapat kita harapkan di tahun yang akan datang. Ketidakstabilan geopolitik tetap menjadi ancaman utama bagi ekonomi global, seperti dalam survei Maret 2022, dan inflasi telah melampaui harga energi yang bergejolak menjadi kekhawatiran kedua yang paling banyak dikutip. Gangguan rantai pasokan melengkapi tiga risiko global teratas, diikuti oleh harga energi yang bergejolak dan kenaikan suku bunga.

Lanskap Pasar FMCG di Indonesia

Produk FMCG banyak dan mudah ditemukan di pasaran, seperti produk makanan dan minuman, perlengkapan mandi, sabun, sampo, pasta gigi, kosmetik, pisau cukur, deterjen dan obat-obatan. Tingginya permintaan barang FMCG membuat pasar industri FMCG di Indonesia sangat menjanjikan. Hal ini ditandai dengan hadirnya perusahaan-perusahaan besar seperti Nestle, Unilever, Orang Tua, Mayora, Sasa, KC Softex dan lain-lain

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement