Al-Riyadh, harian Saudi yang menerbitkan laporan tersebut, memperkirakan saat itu warga Saudi telah menghabiskan US$1,5 miliar (Rp22,2 triliun) per tahun untuk obat-obatan anti-impoten.
Konsumsi warga Saudi tergolong 10 kali lipat lebih tinggi dari konsumen Rusia, yang populasinya lima kali lebih banyak, menurut surat kabar itu.
Baru-baru ini, hasil kajian the Arab Journal of Urology menunjukkan bahwa 40% responden pria muda Saudi pernah menggunakan obat seperti Viagra setidaknya sekali dalam hidup mereka.
Adapun Mesir, berdasarkan statistik resmi negara itu pada 2021, penjualan obat anti-impoten di sana mencapai US$127 juta (Rp1,8 triliun) per tahun, yang setara dengan 2,8% dari seluruh nilai penjualan farmasi di negara tersebut.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.