AHY menegaskan, koalisi ini tidak saling mempersyaratkan satu sama lain, karena semuanya setara dan semuanya merasa terpanggil. Sehingga, ini merupakan bentuk kerja sama yang setara dan semua memiliki derajat yang sama.
"Tidak-tidak. Kami tidak saling mempersyaratkan. Ini semuanya terpanggil. Ada keterpanggilan equal partnership, artinya semuanya memiliki derajat yang sama. Makanya saya hormat kepada beliau yang selalu menerima saya dengan baik. Begitu pula sebaliknya. Begitu pula dengan PKS dan kami meyakini hanya dengan itu kita akan solid," ungkapnya.
"Kalau tidak akan menjadi koalisi yang fragile, akan mudah pecah. Nah ini yang tidak ingin kita," imbuh AHY.
Soal kemungkinan Anies memilih kader PKS atau eksternal sebagai cawapres, putra sulung Presiden RI ke-6 ini enggan berbicara ke sana, karena pihaknya ingin meyakinkan semuanya dan semakin menyatu. Pada saatnya akan dibahas secara lebih khusus lagi.
Adapun kepercayaan diri AHY akan dipilih Anies, AHY sekalu lagi menegaskan bahwa itu hanya bisa disampaikan Anies. Dirinya san Anies hanya ingin terus bersahabat dan berjuang bersama.
"Ya sebetulnya yang bisa menyampaikan itu Mas Aniesnya jadi saya hanya ingin terus bersahabat dan meyakini kita ini ingin berjuang bersama," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)