“Hal ini berkaitan dengan munculnya sub variant XBB di beberapa negara di dunia dan diprediksi akan menjadi sub variant penyebab kembalinya lonjakan kasus,” katanya.
Wiku juga mengungkapkan, jika sub varian XBB telah meningkat jumlahnya secara signifikan di Kanada, Inggris, Amerika Serikat, Australia, dan Denmark, juga di beberapa negara Asia yaitu Singapura, Bangladesh, India, dan Jepang.
“Di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan sudah mengumumkan terdapat 4 kasus dengan sub varian XBB saat ini,” katanya.
Meskipun, kata Wiku, dibandingkan dengan beberapa negara lainnya di Asia, Indonesia masih menjadi negara dengan penambahan kasus mingguan yang lebih rendah yaitu 14.000 kasus dalam satu minggu.
“Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan Jepang yang mencapai 200.000 kasus,” pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.