Isnawa membeberkan, sebanyak 25 kelurahan dari total 267 teridentifikasi rawan bencana terutama banjir. Adapun jumlah tersebut paling banyak berbatasan langsung dengan kali dan sungai dari kawasan hulu ke hilir.
"Adapun 25 kelurahan itu tersebar di berbagai wilayah kota administrasi di Provinsi DKI Jakarta. Seperti di Jakarta Barat di wilayah Rawa Buaya dan Kembangan, kemudian Jakarta Selatan di Kelurahan Cipeter, Pejaten Timur, Cipulir dan sebagainya. Sebenarnya itu paling banyak di wilayah-wilayah yang berada di bantaran kali, seperti di Kawasan Pondok Karya Kemang, itu kan banjir disebabkan oleh Kali Mampang dan sudah masuk dalam program Dinas SDA untuk melakukan optimalisasi (pengerukan) di sana,” pungkasnya.
(Awaludin)