Share

3 Kasus Penipuan Kripto di Dunia, Ada Ruja Ignatova

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Selasa 01 November 2022 05:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 31 18 2697827 3-kasus-penipuan-kripto-di-dunia-ada-ruja-ignatova-DS4YsHftq9.jpg Ruha Ignatova (Foto: BBC)

BERAGAM jenis kasus penipuan di bidang perbankan kerap terjadi di dunia. Kerugiannya bahkan mencapai triliunan rupiah dan merugikan banyak investor.

Berikut adalah 3 kasus penipuan kripto di dunia, salah satunya di Indonesia.

1. Ruja Ignatova

Ruja Ignatova merupakan perempuan asal Bulgaria yang menggelapkan uang hampir Rp60 triliun. Pada Juni 2022, ia resmi menjadi buronan FBI dan orang yang paling dicari. Ignatova, yang dijuluki Ratu Kripto, berhasil melarikan diri setelah perbuatannya berhasil terbongkar. Ia melakukan penipuan mata uang kripto yang lebih dikenal dengan OneCoin.

Ignatova sudah mengetahui mengenai kebocoran dokumen kepolisian yang berisi tentang penangkapannya.

Melansir The Washington Post, Ignatova sudah melancarkan aksinya sejak tahun 2016, dengan menjanjikan kecemerlangan OneCoin. Kala itu, pamor kripto tengah meningkat tajam dan OneCoin melonjak di Amerika Serikat (AS).

Namun, Ignatova lenyap seperti ditelan bumi, setahun setelahnya. Akibat penipuan itu, banyak investor yang tertipu miliaran dolar AS. Ignatova bahkan disebut sebagai penipu kripto paling besar sepanjang sejarah.

2. BitConnect

Pada Februari 2022, pendiri BitConnect, Satish Kumbhani, diseret ke meja hijau karena dituduh mengatur skema Ponsi global dan mengumpulkan dana hingga USD2,4 miliar dari para investor ternama. Kripto tersebut rupanya palsu dan menyebabkan kerugian berlimpah. Ia didakwa di San Diego karena terbukti sudah menipu investor terkait teknologi di BitConnect.

Kumbhani menjanjikan pengembalian berdasarkan sebuah perangkat lunak palsu yang digunakan untuk melacak pasar pertukaran kripto. Dengan dana tersebut, BitConnect membayar investor sebelumnya yang beroperasi tanpa izin pemerintah AS. Diketahui, BitConnect sudah terlebih dahulu menutup bursanya pada Januari 2018, usai mendapat surat penghentian dari pemerintah Texas, AS. Kumbhani dinilai lihai melihat peluang dan bisa memanfaatkannya dengan baik, di tengah popularitas kripto yang meningkat.

Follow Berita Okezone di Google News

3. Penipuan Kripto oleh Eks TKW

Kasus penipuan kripto lainnya datang dari Indonesia. Seorang mantan TKW asal Kebumen bernama Fitri melakukan investasi kripto bodong yang merugikan para korbannya hingga Rp200 miliar. Modus kejahatannya adalah dengan menjanjikan keuntungan sebesar 5% dari setiap uang yang diinvestasikan. Keuntungan tersebut ia janjikan setiap 10 hari, namun nihil.

Menurut keterangan polisi pada Juli 2022, investor menaruh uang dengan nominal beragam, mulai dari Rp1 juta hingga Rp2 miliar. Demi meyakinkan para investor dan memberikan semangat, Fitri mengadakan gathering setiap 2 bulan sekali. Akibat perbuatannya ini, ia dijerat dengan pasal 378 KUHPidana dan/atau 372 KUHPidana dan diancam penjara paling lama 4 tahun serta pasal 3 juncto pasal 2 ayat 1 UU no. 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang. Ancaman yang diterima tersangka adalah penjara paling lama 20 tahun dan denda maksimal Rp10 miliar.

(Ajeng Wirachmi-Litbang MPI)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini