Share

Imbas Pemanasan Global, WHO: 19 Patogen Jamur Ancam Kesehatan Masyarakat

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 04 November 2022 19:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 04 18 2701160 imbas-pemanasan-global-who-19-patogen-jamur-ancam-kesehatan-masyarakat-F7U8NyxvgF.jpg WHO sebut 19 patogen jamur ancam kesehatan masyarakat (Foto: Reuters)

JENEWA - Tidak semua jamur yang jumlahnya ribuan di seluruh dunia itu penting. Tetapi beberapa di antara yang penting itu bisa jadi mematikan, terutama pada saat resistensi obat antimikroba meningkat.

Untuk pertama kalinya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menerbitkan daftar 19 patogen jamur prioritas yang mewakili ancaman terbesar kesehatan masyarakat dunia. WHO melaporkan, resistensi obat antibakteri menyebabkan lima juta kematian tidak langsung dan 1,3 juta kematian langsung setiap tahunnya. Pejabat WHO mengatakan, mereka tidak tahu berapa banyak kematian yang disebabkan oleh patogen jamur.

Baca juga: Kenali Infeksi Jamur: Penyebab, Gejala dan Pencegahannya

Hatim Sati, Kepala teknis proyek dan pelaporan untuk Koordinasi AMR (resistensi antimikroba) WHO menuturkan bahwa opsi pengobatannya terbatas dan sering kali beracun. Ia mencatat, terdapat empat kelas pengobatan antijamur yang tersedia saat ini. Masing-masing mengandung beberapa obat. Beberapa kandidat obat lainnya masih dalam tahap penelitian klinis.

Baca juga: Apakah Jamur Magic Bisa Jadi Obat Depresi?

“Banyak di antara obat-obat ini yang manjur terhadap patogen jamur. Meski demikian, obat-obat ini juga berisiko. Obat-obat ini dikaitkan dengan banyak efek samping. Banyak di antaranya dikaitkan dengan resistensi sehingga membuat opsi pengobatan yang tersedia menjadi terbatas seandainya tingkat resistensi meningkat,” terangnya, dikutip VOA.

WHO melaporkan, infeksi umum seperti candida oral, di mana jamur menumpuk di lapisan mulut, atau vaginal thrush, tumbuhnya jamur di area vagina, menjadi semakin resisten terhadap pengobatan.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Direktur Koordinasi AMR Global WHO Haileyesus Getahun mengatakan orang-orang yang paling berisiko terkena infeksi jamur invasif yakni mereka yang menderita tuberculosis, kanker, HIV-AIDS dan pasien di ICU rumah sakit atau unit perawatan intensif.

“Pandemi Covid-19 juga telah mengungkap tantangan yang kami hadapi dengan infeksi jamur ini. Sebagian besar pasien Covid, terutama mereka yang sedang dalam perawatan, terutama di unit ICU, juga dijangkiti infeksi jamur sebagai penyakit sampingan,” terangnya.

WHO memperingatkan, penyakit jamur berkembang di seluruh dunia akibat pemanasan global SERTA peningkatan perjalanan dan perdagangan internasional.

Para penyusun laporan itu mengatakan, mereka memerlukan lebih banyak data dan bukti untuk lebih memahami beban penyakit dan resistensi antijamur tersebut. Mereka mengatakan bahwa informasi menjadi sangat penting untuk memahami besarnya ancaman yang berkembang dan tindakan yang harus diambil untuk menanganinya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini