Share

Rawan Terisolasi Bencana, Ini Langkah Kemensos di Trenggalek

Widya Michella, MNC Media · Senin 07 November 2022 12:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 07 519 2702355 rawan-terisolasi-bencana-ini-langkah-kemensos-di-trenggalek-sSrl5wpyJq.jpg Ilustrasi (Foto : Koran Sindo)

TRENGGALEK - Bencana banjir bandang yang menerjang sebagian wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, menjadi perhatian Menteri Sosial Tri Rismaharini. Tiba di lokasi bajir di Desa Tawing, di Kecamatan Munjungan, Mensos langsung mengecek titik-titik bencana, Minggu 6 November 2022.

Mensos turut mengecek kesiapan bantuan Kementerian Sosial untuk mengatasi dampak banjir di kawasan itu bersama Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin. Mensos juga tampak mengecek kesibukan di dapur umum di Desa Tawing, serta beberapa rumah warga yang terdampak banjir.

Berdasarkan observasi di lapangan dan mendengarkan penjelasan Bupati Nur Arifin dan jajarannya, Mensos mendapat gambaran tentang beberapa lokasi yang terancam rawan terisolasi akibat bencana. Untuk itu, Mensos langsung mengarahkan agar dibangun lumbung sosial di 4 titik di Kecamatan Munjungan.

“Ada beberapa lokasi rawanan terisolir. Nah ini kan cuaca ekstrem masih terus terjadi. Puncak musim penghujan masih lama. Dikhawatirkan dampak pada banjir susulan akan menghambat akses jalan menuju Kecamatan Munjungan,”ujar Mensos dikutip dalam rilis resmi Kemensos, Senin (7/11/2022).

Lebih lanjut, Mensos Risma menjelaskan, bantuan Kemensos sudah tersalurkan sebesar Rp628 juta. Namun akan ditambah lagi untuk logistik dan peralatan dapurnya.

"Kami akan pasok kebutuhan dapurnya, dan dorong agar mereka bisa mandiri dengan bantuan logistik yang Kemensos berikan, sehingga mereka (daerah-daerah yang rawan tersebut) bisa mandiri. Oleh karena itu Kemensos membangun lumbung sosial di 4 titik sekaligus,” katanya.

Lokasi lumbung sosial ada 2 di Desa Tawing, satu di Desa Bendoroto dan satu di Desa Bangun Kecamatan Munjungan. Lumbung sosial merupakan bentuk langkah-langkah prefentif agar warga terjaga akesnya terhadap sumber logistik.

Dari pengamatan, Mensos juga melihat arus air telah mengerosi jalan yang berada di sisi sungai. Hal ini dikawatirkan jalan akan tergerus dan berdampak ke perumahan warga. Ia meminta masyarakat bergerak cepat.

Untuk membantu warga, Kemensos akan mengirimkan bantuan alat berat. “Persiapannya harus cepat. Sehingga kebutuhan alat berat menjadi prioritas,” tuturnya.

Kemudian kepada masyarakat, Mensos Risma berharap pengelolaan penanganan resiko bencana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Ia meminta semua pihak gotong royong, melibatkan masyarakat.

“Saya sangat percaya, kekuatan masyarakat itu karena doa. Dengan doa pasti Allah akan membantu mempermudah ini semua," tuturnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Di tempat terpisah, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Iyan Kusmadiyana menjelaskan bahwa bantuan buffer stock yang disalurkan oleh Kemensos berupa makanan siap saji sebanyak 1500 paket, makanan anak 504 paket, kasur 300 lembar, selimut 300 lembar, sandang dewasa 200 paket, family kit 200 paket, dan Kidware 200 paket.

Ada juga bantuan sembako sebanyak 500 paket yang berisi beras premium 5 kg, minyak goreng 1 lt, mie instan masing-masing 10 bungkus, ikan sarden 3 kaleng, kopi bubuk 165 gram, 1 bungkus biskuit kecap manis 1 botol, dan saos tomat 1 botol per paketnya.

Serta pendirian dapur umum dan pelaksanaan Layanan Dukungan Psikososial didukung relawan kebencanaan yaitu Taruna Siaga Bencana (TAGANA), bersama pilar-pilar sosial lainnya antara lain Pelopor Perdamaian, TKSK dan Pendamping PKH dengan menyiapkan 200 paket bahan kontak bagi anak-anak terdampak banjir.

Hingga saat ini TAGANA Trenggalek masih terus melakukan pemantauan bersama instansi dan unsur terkait guna mengantisipasi jika ada banjir susulan.

Akibat bencana sejumlah infrastruktur jembatan dan jalan putus total. Bahkan hingga saat ini warga di Desa Bangun, Kecamatan Munjungan mengalami kesulitan akses akibat rusaknya jembatan.

Usai mengunjungi lokasi terdampak banjir, Menteri Sosial RI Tri Rismaharini langsung menuju ke Pasar Pon untuk membeli kebutuhan tambahan bagi warga terdampak berupa peralatan dapur, sekaligus melihat ketersediaan kebutuhan tambahan bantuan di pasar Kabupaten Trenggalek.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini