Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

JKN Mengalir di Darah Sang Buah Hati, Peserta Dari Gresik Luapkan Rasa Syukur Tak Terukur

Karina Asta Widara , Jurnalis-Kamis, 10 November 2022 |09:50 WIB
JKN Mengalir di Darah Sang Buah Hati, Peserta Dari Gresik Luapkan Rasa Syukur Tak Terukur
Foto: Dok BPJS Kesehatan
A
A
A

Gresik– Langit bagaikan runtuh, kiasan itulah yang mewakili perasaan salah satu peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Devi Rachmawati (39) saat mendengar sang buah hati tercinta dinyatakan mengalami kelainan darah.

Batin warga yang bertempat tinggal di Randuagung Kabupaten Gresik ini terguncang. Pasalnya, penyakit yang dikenal dengan nama Talasemia ini menyebabkan protein yang ada di dalam sel darah merah (Hemoglobin) tidak berfungsi dengan baik sehingga membutuhkan pengobatan sepanjang hidup untuk penderitanya. Namun kegundahan yang ia rasakan seakan sirna saat dokter memberitahunya bahwa ada yang bisa menjamin pengobatan sang buah hati tercinta.

“Anak saya baru diketahui punya kelainan itu saat usia lima tahun. Mulanya, muncul gejala demam tinggi hingga tubuhnya lemas tidak berdaya seperti lumpuh. Diagnosis awal dokter hanya anemia, namun karena gejala serupa muncul berulang hingga beberapa bulan akhirnya dilakukan pemeriksaan lanjutan dan ternyata anak saya dinyatakan Talasemia,” ujar Devi.

Lebih lanjut Devi bercerita jika perasaan dirinya dan suami tidak bisa dibayangkan.  Sedih dan kacaunya pada saat itu, terlebih memikirkan biayanya yang tidak sedikit, harus mencari kemana.

"Tapi betapa leganya kami saat diberitahu bahwa ada BPJS Kesehatan yang bisa menanggung semua biaya pengobatan anak kami," katanya

Tanpa pikir panjang, Devi langsung mendaftarkan dirinya dan keluarganya sebagai peserta Program JKN yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. Baginya, iuran yang dibayarkan sebesar 300 ribu rupiah untuk dirinya, suami dan sang buat hati dalam sebulan tidak sebanding dengan besarnya biaya pengobatan transfusi darah yang harus rutin dijalani hingga mencapai ratusan juta rupiah.

“Tidak terasa sudah empat tahun anak saya menjalani pengobatan. Tahun pertama, transfusi darah dilakukan tiga bulan sekali kemudian tahun selanjutnya dua bulan sekali dan sekarang sudah satu bulan sekali. Untuk setiap transfusi ini membutuhkan dua kantong darah dan waktu dua hari, jadi selalu rawat inap di rumah sakit. Alhamdulillah jika sebelumnya saya harus mengeluarkan hampir lima juta untuk satu kali pengobatan, dengan jadi peserta Program JKN ini saya tidak perlu tambahan biaya pribadi lagi,” tuturnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement