Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita Seekor Babi yang Hampir Memicu Perang AS-Inggris

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Jum'at, 18 November 2022 |05:15 WIB
Cerita Seekor Babi yang Hampir Memicu Perang AS-Inggris
A
A
A

AS - Di Pulau San Juan di negara bagian Washington, sebuah taman sejarah nasional mengingatkan kembali pada sengketa perbatasan tahun 1859, ketika Inggris dan Amerika hampir berperang akibat seekor babi.

Dihiasi oleh ladang-ladang luas dan lumbung kayu yang berjarak jauh antara satu sama lain, Pulau San Juan – pulau terbesar kedua di Kepulauan San Juan di barat laut negara bagian Washington – adalah tempat yang tenang dan santai.

Paus Orca berenang di perairan sekitarnya dan pantai selatan Pulau Vancouver, Kanada, terletak kurang dari tujuh mil ke arah barat. Sulit dipercaya bahwa di sudut terpencil AS ini, pada tahun 1859, Inggris dan Amerika hampir berperang akibat seekor babi yang ditembak mati.

Masalah itu bermula dari sengketa perbatasan.

Pada tahun 1846, Perjanjian Oregon menetapkan paralel ke-49 sebagai perbatasan resmi antara wilayah Inggris dan Amerika di Pacific Northwest.

Namun, dalam perjanjian tersebut, ada pengecualian untuk Pulau Vancouver, yang, meskipun jatuh di bawah paralel ke-49, diizinkan untuk tetap menjadi wilayah Inggris.

Dalam pengecualian ini, menurut kata-kata di dalam perjanjian tersebut, garis perbatasan ditentukan pada "bagian tengah saluran perairan yang memisahkan benua dari Pulau Vancouver".

Tetapi karena perairan Laut Salish berisi banyak pulau kecil dan beberapa saluran yang berbeda, tidak ada tercapai sebuah persetujuan terkait perbatasan yang sebenarnya.

Akibat menempati wilayah yang diklaim oleh kedua negara, Pulau San Juan tiba-tiba berada di pusat krisis diplomatik yang serius.

'Perang Babi'

Tidak banyak yang mengganggu kedamaian tempat ini hampir dua abad kemudian, ketika saya mengayuh sepeda ke selatan dengan sepeda sewaan dari satu-satunya permukiman di pulau itu, Friday Harbor.

Waktu itu adalah hari yang hangat dan gerah di bulan Juli dan saya sedang menuju Kamp Amerika, bagian dari Taman Sejarah Nasional yang didedikasikan untuk apa yang disebut "Perang Babi".

Beberapa minggu sebelumnya, taman ini telah membuka sebuah pusat pengunjung baru dan saya penasaran untuk mengetahui bagaimana kematian babi hutan yang malang hampir memicu konflik internasional.

Kamp Amerika terletak di titik paling selatan pulau itu, enam mil di selatan Friday Harbor, di jalan yang mulus dan bergelombang melalui lahan-lahan pertanian yang dipagari dengan tanaman yang lebat.

Peternakan pertama kali didirikan di Pulau San Juan pada tahun 1853 ketika Perusahaan Teluk Hudson yang dikelola Inggris mendirikan Peternakan Domba Belle Vue dengan tujuan mendapatkan pijakan di wilayah tersebut dan menggagalkan klaim saingan Amerika di kepulauan San Juan.

Ketika bisnis itu menjadi menguntungkan, Amerika memutuskan bahwa mereka juga ingin mengambil bagian dan, dalam lima tahun, belasan pemukim AS telah berlayar dari daratan untuk mengklaim hak penggembalaan – pendaftaran hak yang dianggap ilegal oleh Inggris.

Ketegangan telah membara di bawah permukaan hingga 15 Juni 1859, ketika seorang pemukim Amerika bernama Lyman Cutlar marah dan menembak seekor babi yang dia temukan sedang mencari makan di kebunnya.

Ternyata, hewan itu adalah milik pihak Inggris, yang menjadi sangat marah dengan insiden tersebut sehingga mereka mengancam akan mengusir pemukim Amerika secara massal.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement