Sementara itu, Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf Nia Niscaya menambahkan, secara umum pariwisata akan tetap tumbuh walaupun ada perlambatan. Terutama di Asia Pasifik yang sangat tergantung kepada market dari Tiongkok. Tapi karena adanya pelonggaran aturan yang dilakukan pemerintah Tiongkok, ada angin segar bagi pariwisata Indonesia.
“Untuk pasar Tiongkok kami menargetkan pada tahun 2023 sebanyak 120.900 kunjungan untuk target bawah dan target atas sebesar 255.700 kunjungan,” kata Nia.
Varian Baru Covid-19
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Satgas Covid-19 mencatat peningkatan kasus Covid-19 dan terdeteksi Covid-19 varian baru yaitu XBB di Indonesia. Karena itu, Menparekraf mengimbau para pelaku usaha parekraf, masyarakat, dan juga traveler tetap mengedepankan protokol kesehatan (prokes) ketat dan disiplin, diiringi sikap kehati-hatian yang tinggi.
“Penyebaran subvarian XBB sebagai varian baru COVID-19, harus betul-betul kita antisipasi agar tidak mengakibatkan lonjakan jumlah kasus baru yang kemungkinan berpotensi memperburuk situasi dan berdampak negatif terhadap kepulihan sektor parekraf,” ujar Menparekraf.
“Untuk itu, Kemenparekraf mengimbau pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif, wisatawan, serta masyarakat terus menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin. Termasuk melakukan vaksinasi booster. Karena beberapa data yang kami dapat, vaksinasi booster ini sangat ampuh untuk mencegah penyebaran Covid-19 terutama dari varian XBB yang baru ini,” kata Sandiaga.
Turut hadir mendampingi Menparekraf Sandiaga dalam "The Weekly Brief with Sandi Uno", sejumlah pejabat eselon I dan II di lingkungan Kemenparekraf/Baparekraf baik secara daring maupun luring.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.