Share

Heboh Bullying di SMP Baiturrahman Bandung, Kepsek: Kami Minta Maaf!

Agung Bakti Sarasa, MNC Portal · Sabtu 19 November 2022 13:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 19 525 2710753 heboh-bullying-di-smp-baiturrahman-bandung-kepsek-kami-minta-maaf-j4uZqvj6i8.jpg Tangkapan layar media sosial

BANDUNG - Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Plus Baiturahman, Syaifullah Abdul Muthalib kecewa dengan tindakan anak didiknya yang melakukan aksi perundungan atau bullying terhadap seorang siswa.

 (Baca juga: Viral! Siswa SMP Baiturrahman Bandung Jadi Korban Bullying, Kepala Dipakaikan Helm dan Ditendang hingga Pingsan)

Kekecewaan tersebut disampaikan Syaifullah menyusul viralnya video aksi bullying yang menimpa siswa SMP di Bandung hingga membuat geger warga. Syaifullah mengakui, aksi bullying tersebut benar terjadi di sekolahnya.

"Terus terang saja kami sangat mengecam dan tidak setuju terhadap kejadian itu karena ini adalah kekerasan," ungkap Syaifullah, Sabtu (19/11/2022).

Berdasarkan hasil penelusuran pihaknya, lanjut Syaifullah, aksi tak terpuji itu berawal dari permainan atau game yang dilakukan korban dan teman-temannya, Kamis (17/11/2022) lalu.

Menurutnya, peristiwa itu melibatkan siswa kelas IX pada jam pelajaran ketiga saat guru keluar dari ruang kelas. Saat itu, korban dan teman-temannya bermain game dengan cara memakaikan helm pada korban lalu menebak siapa yang memukulnya dari belakang.

"Tapi, lama kelamaan bukan dengan tangan, melainkan kaki (ditendang). Akhirnya dia (korban) pusing hingga kemudian inilah yang terjadi saat ini (viral)," ungkap Syaifullah.

Syaifullah menyatakan, pihaknya juga telah memutuskan untuk memberikan sanksi bagi pelaku agar jera dan tidak mengulangi perbuatannya.

"Kita ada pemberian efek jera dari pihak sekolah kepada pelaku. Melalui teguran dan nasehat dan mungkin juga akan memberikan cara pembelajaran yang berbeda dengan siswa lain, sanksinya seperti itu," tegasnya.

"Proses pembelajaran akan kita bedakan. Mungkin pelaku ini belajar secara daring supaya lebih kondusif lagi pembelajarannya, pelaku tetap belajar dan korban juga tetap belajar," lanjut dia.

Syaifullah menyatakan, atas nama pribadi dan sekolah, pihaknya meminta maaf kepada orang tua korban karena sudah lalai dalam melakukan pengawasan di sekolah.

"Secara pribadi dan lembaga kami sudah meminta maaf kepada keluarga atas kelalaian kami, terlebih kepada publik secara umum, kepada kepala dinas, kementerian pendidikan, dan ini menjadi langkah awal untuk memperketat sistem pengawasan di sekolah kami," kata Syaifullah seraya mengatakan bahwa keluarga korban dan pelaku juga telah melakukan mediasi.

Saifullah menambahkan, selama ini, SMP Plus Baiturrahman yang berlokasi di Ujung Berung, Kota Bandung itu menekankan program anti-bullying dan kekerasan di sekolah. Namun, kata Syaifullah, aksi bullying yang kadung viral itu di luar dugaan.

"Kami memberikan peringatan kepada pelaku untuk tidak mengulangi lagi dan keluarga korban pun menerima asal tidak mengulangi lagi. Mudah-mudahan saja ini tidak terjadi lagi," pungkasnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Sebelumnya, warga kembali digegerkan kabar aksi perundungan atau bullying yang disebutkan menimpa salah satu siswa SMP di Kota Bandung.

Bahkan, akibat perlakuan bullying yang diterimanya, korban juga disebutkan pingsan hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Kabar aksi bullying tersebut terekam kamera video dan menyebar luas di media sosial (medsos).

"Bullying di SMP Plus Baiturrahman, Bandung. Kejadian siang ini pada jam sekolah. Korban adalah keluarga kawan saya, dilarikan ke RS setelah pingsan. @disdik_bandung @RESTABES_BDG," tulis pengunggah video.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini