JAKARTA – Cuaca panas kerap menjadi isu di Qatar sebagai tuan rumah dari Piala Dunia 2022. Ternyata, panitia penyelenggara sudah mengakali sejak awal permasalahan ini dengan menggeser jadwal acara.
Dubes RI untuk Qatar, HE Ridwan Hassan mengatakan sepanjang tahun di Qatar ada musim panas. Musim ini datang di bulan Juli, Agustus, sampai September. Bahkan, saat malam pun masih akan terasa panas.
“Makanya kejuaraan sepak bola dunia kali ini yang biasanya dilakukan di musim panas di bulan Juli atau Agustus. Itu digeser di bulan November-Desember,” jelas Ridwan dalam acara Special Dialogue Okezone dengan tema ‘Euforia WNI di Qatar Selama Piala Dunia 2022’.
Dikarenakan bulan November, Desember, Januari, dan seterusnya mulai dingin. Suhu Qatar saar ini mencapai sekitar di bawah 30°.
“Sejuk, malah lebih dingin lagi. Kadang ada angin juga,” tambah Ridwan.
Namun, di stadionnya pun dipasang dan disediakan AC juga untuk menyejukkan udara. Secara umum, sekarang suhu udara di Qatar bagus.
Ridwan mengingatkan pula bahwa kejuaraan sepak bola dunia ini memang bertempat di Qatar. Akan tetapi, penyelenggaraan kejuaraan ini pada dasarnya FIFA yang bekerja sama dengan tuan rumah.
“FIFA itu organisasi sepak bola dunia. Jadi proses yang dipilihnya Qatar melalui FIFA yang anggotanya hampir semua negara yang ada di dunia,” ujar Ridwan.
Bahkan, ada beberapa waktu yang lalu, presiden FIFA datang berkunjung ke Indonesia. Dia menyampaikan undangan agar Presiden Jokowi hadir di saat final Piala Dunia 2022 di Qatar nanti.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.