“Saya sangat terbantu dengan kehadiran Program JKN karena biaya cuci darah saya terjamin. Badan saya rasanya mudah capek, mual, kram dan tidak nafsu makan kalau ingat jadwal cuci darah, apalagi ditambah memikirkan biayanya. Rasanya semakin tidak nyaman kondisi saya waktu itu, sampai depresi,” katanya.
Sejak terdaftar sebagai peserta JKN, ia rutin menjalani cuci darah di RS Roemani Muhammadiyah Semarang. Menurutnya, tenaga medis dari dokter, perawat, petugas pendaftaran memberikan pelayanan yang baik.
Selain itu, untuk lebih memahami kondisi khusus yang ia miliki, Saiful pun giat mengikuti seminar mengenai gagal ginjal. Berbagai motivasi ia dapatkan dari para penyintas gagal ginjal lainnya.
Selama menjalani proses cuci darah yang ia jalani dua kali seminggu, Saiful juga menceritakan perjuangannya dalam tulisannya yang berjudul "Gagal Cinta Kronik”. Novel karyanya terinspirasi dari perjalanannya berjuang berdamai dengan kondisi gagal ginjal yang ia derita belasan tahun.
"Menurut saya, kepesertaan JKN ini mutlak dimiliki setiap orang. Segalanya harus dipersiapkan, karena sebagai manusia tidak mengetahui apa yang nanti terjadi ke depannya. Meskipun tidak sakit, setidaknya iuran yang telah dibayarkan dapat membantu orang-orang yang sakit," katanya
(Fitria Dwi Astuti )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.