Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Buah dari Abad Pertengahan Ini Punya Nama Vulgar, Ditemukan Arkeolog Usai Menghilang Ribuan Tahun

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 29 November 2022 |04:59 WIB
Buah dari Abad Pertengahan Ini Punya Nama Vulgar, Ditemukan Arkeolog Usai Menghilang Ribuan Tahun
Ilustrasi/ Foto: BBC
A
A
A

Dari situ, kepopuleran medlar terus merangkak naik. Pohon buah itu menjadi tanaman pokok di kebun-kebun biara dan kerajaan, juga di ruang-ruang publik seperti taman desa.

Buah medlar juga disebut-sebut dalam Canterbury Tales karya Geoffrey Chaucer, Romeo and Juliet karya William Shakespeare, dan dua kali di Book of Hours milik Anne dari Brittany — semacam manuskrip keagamaan bergambar yang populer di Abad Pertengahan.

Raja Henry VIII menanam pohon medlar di Hampton Court, dan memberikannya sebagai hadiah kepada bagsawan-bangsawan Prancis dalam jumlah besar.

Kemasyhuran buah ini memuncak pada tahun 1600-an, ketika pohonnya ditanam secara luas di seluruh Inggris - sama seperti apel, pir, murbei, dan quince.

(Nanda Aria)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement