Dari situ, kepopuleran medlar terus merangkak naik. Pohon buah itu menjadi tanaman pokok di kebun-kebun biara dan kerajaan, juga di ruang-ruang publik seperti taman desa.
Buah medlar juga disebut-sebut dalam Canterbury Tales karya Geoffrey Chaucer, Romeo and Juliet karya William Shakespeare, dan dua kali di Book of Hours milik Anne dari Brittany — semacam manuskrip keagamaan bergambar yang populer di Abad Pertengahan.
Raja Henry VIII menanam pohon medlar di Hampton Court, dan memberikannya sebagai hadiah kepada bagsawan-bangsawan Prancis dalam jumlah besar.
Kemasyhuran buah ini memuncak pada tahun 1600-an, ketika pohonnya ditanam secara luas di seluruh Inggris - sama seperti apel, pir, murbei, dan quince.
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.