Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mitigasi Bahaya Tsunami di Pesisir, BNPB Tekankan Pentingnya Tanam Mangrove

Dimas Choirul , Jurnalis-Senin, 19 Desember 2022 |06:14 WIB
Mitigasi Bahaya Tsunami di Pesisir, BNPB Tekankan Pentingnya Tanam Mangrove
Tanam mangrove di Pantai Soge, Pacitan, sebagai upaya mitigasi ancaman tsunami. (BNPB)
A
A
A

PACITAN - Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mengajak berbagai pihak menanam mangrove di Pantai Soge, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Minggu (18/12/2022). Kegiatan ini merupakan upaya mitigasi dengan vegetasi menghadapi ancaman bahaya tsunami di kawasan itu.

"Penanaman mangrove ini memperkuat program desa tangguh yang sudah terbangun di Kabupaten Pacitan, salah satunya Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirejo, Pacitan," kata Sekretaris Utama BNPB Lilik Kurniawan dalam keterangannya, Senin (19/12/2022).

Total jumlah mangrove yang akan ditanam di kawasan itu sebanyak 2.000 bibit. Sebagian besar bibit tersebut diupayakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan.

Lilik menyampaikan, upaya ini untuk membangun desa tangguh bencana tsunami. Ada 10 indikator yang telah dilakukan Desa Sidomulyo, di antaranya mitigasi vegetasi.

"Jangka panjangnya adalah membuat mitigasi berbasis vegetasi salah satunya dengan penanaman mangrove," ujar Lilik.

Ia menambahkan, tanaman keras juga akan ditanam di kawasan Pantai Soge. Hal tersebut disesuaikan dengan tanaman yang cocok dan dapat hidup di pesisir pantai.

"Ini adalah upaya pemerintah melindungi masyarakat terhadap bahaya tsunami," katanya.

Tanaman mangrove saat terjadi tsunami berfungsi sebagai penghalang alami di pinggir pantai untuk memecah gelombang. Di sisi lain, ini dapat dimanfaatkan untuk mencegah abrasi.

"Penanaman ini tidak hanya untuk penanggulangan bencana tetapi juga mendukung program adaptasi terhadap perubahan iklim," ungkapnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement