Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Berkaca dari Perang Rusia-Ukraina, Lemhanas: IKN Butuh Teknologi Pertahanan Modern

Widya Michella , Jurnalis-Rabu, 21 Desember 2022 |13:29 WIB
Berkaca dari Perang Rusia-Ukraina, Lemhanas: IKN Butuh Teknologi Pertahanan Modern
Foto: Antara
A
A
A

JAKARTA -Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) Andi Widjajanto mengatakan, Ibu Kota Nusantara (IKN) membutuhkan gelar militer baru. Pasalnya, IKN akan menjadi pusat dari kekuatan baru di Indonesia.

(Baca juga: Kemendagri Pastikan Tidak Ada Dapil Pemilu di IKN, Begini Alasannya)

"IKN akan menjadi pusat dari kekuatan di Indonesia yang akan memberikan kerawanan-kerawanan strategis baru. Maka harus segera dimitigasi dengan melakukan gelar-gelar militer baru,"kata Andi dalam pernyataan akhir tahun 2022 Gubernur Lemhannas RI secara daring, Rabu (21/12/2022).

Menurutnya, gelar militer baru dapat diberikan kepada wilayah angkatan udara dan laut. Sebab pertahanan yang paling menonjol saat ini di era Geopolitik V adalah bersifat aircentric. "Terutama gelar udara yang sifatnya mengandalkan air aircentric warfare dan gelar laut,"kata dia.

ist

Oleh karena itu, dia menawarkan rekomendasi kepada pemerintah agar IKN dapat menerapkan teknologi pertahanan baru. Dimana berkaca dari perang Rusia Ukraina yang telah menggunakan drone dengan artificial intelegent (AI) dan rudal hipersonik.

"Pertahanan alutsista IKN kita memang melihat adanya teknologi-teknologi baru yang dikembangkan dalam perang yang terjadi di Ukraina. Yang paling menonjol yang sifatnya aircentric terutama drone dan rudal yang sudah masuk ke daerah hipersonic,"kata dia.

Selain itu, Andi juga memberikan perhatian terhadap perang siber yang terjadi secara terus menerus.

"Salah satu yang juga kami perhatikan bagaimana perang cyber terus-menerus berlangsung. Bahkan laporan-laporan yang ada di awal-awal empat bulan pertama perang itu terjadi sinergi antara perang cyber dengan operasi darat atau genetiknya sudah disinergikan,"tutur dia.

Atas dasar itu, dia memprediksi jika nantinya ibukota Indonesia pindah ke IKN, pertempuran pertama akan cenderung ke arah aircentric atau udara. Dengan demikian, hal ini menyadarkan Indonesia agar harus bersiap untuk melakukan adopsi sistem pertahanan yang lebih modern karena serangan udara saat ini telah menggunakan teknologi tinggi.

"Kajian kami kira-kira pertempuran pertama di IKN itu cenderung aircentric, pertempuran udara dengan memanfaatkan teknologi-teknologi baru, cenderung hibrid dan pertempuran awal cenderung high tech,"ujar dia.

"Teknologi-teknologi baru ini kami latih terus-menerus untuk kemudian diusulkan diadopsi oleh kementerian pertahanan mabes tni termasuk penguatan pertahanan IKN ke depan,"tutup dia.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement