JAKARTA - Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil mengklaim telah mengklarifikasi terkait penyataan Kemenkeu berisikan iblis dan setan. Ia merasa, polemik pernyataan itu telah selesai.
Di sisi lain, Adil menegaskan sejatinya lontaran iblis dan setan itu bukanlah pernyataan, melainkan pertanyaan.
BACA JUGA:Dianggap Angker, Bus Berlogo PDIP Dibakar Bocah SD di Blitar
"(tanggapan kemenkeu iblis) sebetulnya itu sudah selesai, itu bukan pernyataan, tetapi pertanyaan pas rapat," kata Adil saat ditemui di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (21/12/2022).
Adil pun menegaskan bahwa pernyataan itu telah diklarifikasi langsung ke Kemenkeu. Kendati begitu, ia merasa tak menyesal telah melontarkan pertanyaan iblis dan setan kepada Kemenkeu.
BACA JUGA:Tersangka dan Korban Pembunuhan Wanita dalam Karung di Bogor Pasangan Selingkuh
"Saya sudah sampaikan semuanya, jadi tidak ada masalah. Menyesal enggak, itu pertanyaan kok nyesal, gimana?" terang Adil.
Sebelumnya, Adil menyebut Kemenkeu diisi oleh iblis dan setan. Ia juga mengancam akan bergabung ke Malaysia. Hal itu ia sampaikan pada Direktur Perimbangan Keuangan Kemenkeu Lucky Alfirman saat koordinasi Pengelolaan Pendapatan Belanja Daerah di Pekanbaru, Kamis (9/12/2022).
Mulanya, Adil mempertanyakan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas dan anggaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Aidil mempertanyakan hal itu di depan Kemenkeu.