Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ngeri, 744 Pasukan Mataram Tewas Tanpa Kepala

Avirista Midaada , Jurnalis-Kamis, 22 Desember 2022 |07:04 WIB
Ngeri, 744 Pasukan Mataram Tewas Tanpa Kepala
Ilustrasi (ist/iNews)
A
A
A

USAI berhasil menaklukkan Surabaya, Sultan Agung dengan Kerajaan Mataram-nya berusaha menaklukkan Banten. Namun, saat itu ada tantangan besar yakni penguasaan VOC di Banten.

Alhasil bila ingin menguasai wilayah Banten, Sultan Agung harus menyingkirkan VOC yang dianggap sebagai batu perintang. Sebagaimana dikisahkan dalam buku "Hitam Putih Kekuasaan Raja-Raja Jawa Intrik, Konspirasi Perebutan Harta, Tahta, dan Wanita", karya Sri Wintala Achmad.

Mula-mula Sultan Agung menawarkan perdamaian dengan VOC, dengan syarat-syarat tertentu pada April 1628. Tapi tawaran itu ditolak VOC, maka Sultan Agung pun menyatakan perang melawan VOC.

Perang pun digaungkan. Sultan Agung mengirim pasukan Mataram I yang dipimpin Tumenggung Bahureksa, pada 27 Agustus 1628. Sementara pasukan berikutnya dipimpin oleh Pangeran Mandurareja pada Oktober 1628, dengan sebutan Pasukan Mataram II. Total ada 10.000 orang pasukan disiapkan Mataram.

Perang besar antara Mataram melawan VOC di Holandia pun terjadi. Kurangnya perbekalan membuat pasukan Mataram mengalami kehancuran. Alhasil Sultan Agung pun dibuat marah dan mengirim algojo untuk menghukum mati Tumenggung Bahureksa dan Pangeran Mandurareja.

Mengingat kedua pemimpin pasukan Mataram itu gagal menjalankan tugasnya. Pada peristiwa itu VOC menemukan 744 mayat pasukan Mataram yang sebagian besar tewas tanpa kepala. Alhasil Mataram gagal di serangan pertama.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement