Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Yordania Sita 6 Juta Pil Amfetamin di Perbatasan Irak, Dijuluki 'Kokain Orang Miskin'

Susi Susanti , Jurnalis-Senin, 26 Desember 2022 |08:52 WIB
Yordania Sita 6 Juta Pil Amfetamin di Perbatasan Irak, Dijuluki 'Kokain Orang Miskin'
Yordania sita 6 juta pil amfetamin di perbatasan Irak (Foto: EPA)
A
A
A

YORDANIA - Yordania telah menyita satu ton pil amfetamin yang diselundupkan dalam pasta kurma di perbatasan dengan Irak.

Sebanyak enam juta pil obat yang dikenal sebagai Captagon ditemukan di dalam dua truk berpendingin.

Departemen Bea Cukai Yordania mengatakan itu adalah salah satu tangkapan terbesar yang pernah dicegat. Captagon, dijuluki ‘kokain orang miskin’, diproduksi dalam jumlah besar di Suriah, yang perang selama satu dekade telah berubah menjadi negara narkotika.

BACA JUGA: TNI AL Gagalkan Penyelundupan 43 Paket Sabu di Lhokseumawe

Pada puncak konflik, kelompok militan memasok obat tersebut kepada para pejuang - yang sering dicampur dengan kafein - untuk meningkatkan keberanian mereka.

BACA JUGA: Kejati Jabar Tangani 2.439 Kasus Narkotika, Paling Banyak di Kota Bandung

Dengan meningkatnya kemiskinan, banyak orang Suriah biasa terlibat dalam perdagangan, yang sekarang jauh lebih berharga daripada ekspor legal apa pun.

Meskipun ada penyangkalan dari pemerintah Suriah, laporan telah mengaitkan tokoh-tokoh kuat dalam bisnis dan militer dengan manufaktur dan distribusi Captagon.

Dikutip BBC, amfetamin tersebut diselundupkan ke negara tetangga, seperti Yordania dan Lebanon. Tujuan akhir seringkali di negara-negara Teluk di mana terdapat pasar yang besar.

Penyitaan terakhir dilakukan di perlintasan perbatasan Al-Karamah antara Irak dan Yordania.

Informasi secara detil pun masih samar. Tidak jelas di mana pil itu akan dijual atau berapa banyak penangkapan yang dilakukan.

Sebuah laporan pada 2021 oleh think tank yang berbasis di Siprus mengatakan produksi Captagon memiliki nilai pasar sekitar USD3,5 miliar (Rp55 triliun) pada tahun sebelumnya.

Pertikaian antara militer Yordania dan pengedar narkoba menjadi lebih sering, dengan penangkapan yang lebih besar dilakukan.

Tentara memiliki kebijakan tembak-untuk-membunuh. Pada 27 Januari lalu, para penyelundup tewas ketika tentara Yordania menggagalkan upaya terkoordinasi untuk menyeberang ke negara itu.

(Susi Susanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement