Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ini Alasan 3 Menteri Nasdem Rawan Direshuffle Versi Pengamat Politik

Carlos Roy Fajarta , Jurnalis-Selasa, 27 Desember 2022 |12:25 WIB
Ini Alasan 3 Menteri Nasdem Rawan Direshuffle Versi Pengamat Politik
Ilustrasi (Foto : Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Pengamat Politik Saiful Huda Ems memprediksi barisan menteri perwakilan Nasdem di jajaran Kabinet Pemerintahan Jokowi di periode kedua ini akan direshuffle.

Ia menyebutkan Menkominfo Johnny G Plate, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dan Menteri Kehutanan LHK Siti Nurbaya akan menjadi jajaran menteri yang paling diprioritaskan untuk diganti.

"Menkominfo misalnya, dianggap oleh banyak kalangan masyarakat, sebagai menteri yang paling lemah, tidak berdaya melindungi masyarakat dari perampokan data rahasia pribadi di era perang informasi digital dan hacker antar negara," ujar Saiful Huda, Selasa (27/12/2022).

Lalu Menteri Pertanian kata Saiful Huda yang dianggap oleh banyak kalangan masyarakat, sebagai menteri yang sangat tidak bisa melindungi para petani.

"Disaat para petani kian hidup susah karena langkah dan mahalnya pupuk serta obat-obatan, ditambah lagi karena banyaknya serangan hama padi, dan diperburuk lagi oleh ulah para oknum tengkulak yang menentukan harga padi di musim panen seenaknya sendiri, sekarang malah muncul isue baru yang datang bagaikan bom nuklir bagi para petani, yakni rencana impor beras," tuturnya.

"Kedua menteri yang tersebut di atas itu sangatlah lemah, lelet dan tidak peka dengan keadaan yang tengah terjadi pada masyarakat, maka jika kemudian Presiden Jokowi akan mereshuffle keduanya sangatlah tepat," ungkap dia.

Sedangkan Saiful Huda menilai Menteri Kehutanan LHK Siti Nurbaya sendiri, sebenarnya tidak terlalu bermasalah, namun posisinya sebagai politisi Nasdem tentu sedikit banyak nantinya akan merepotkan Presiden Jokowi.

"Satu-satunya langkah untuk tetap mempertahankan Ibu Siti Nurbaya di kabinet, adalah terlebih dahulu meminta kesediaannya untuk pindah ke partai lain yang lebih steril," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, kode soal wacana reshuffle kabinet disampaikan Presiden RI Jokowi dalam beberapa kesempatan kunjungan kerjanya.

"Mungkin. Ya nanti," ujar Jokowi saat ditanya mengenai kemungkinan reshuffle Kabinet Indonesia Maju di Bendungan Sukamahi, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (23/12/2022) lalu.

Awak media kemudian kembali menanyakan perihal reshuffle saat Jokowi meresmikan pengembangan Stasiun Manggarai Tahap I pada Senin kemarin. "Ya dengar, Reshuffle?" kata Jokowi.

Namun Jokowi tidak melanjutkan kalimatnya dan hanya tersenyum sembari mengangguk kepada awak media yang bertanya terkait reshuffle.

(Angkasa Yudhistira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement