JAKARTA - George Blake, mantan agen badan intelijen Inggris MI6 dan salah satu agen ganda termasyur pada saat Perang Dingin, meninggal dunia pada usia 98 tahun pada 2020, menurut laporan media Rusia.
Selama sembilan tahun, mata-mata Soviet ini membocorkan informasi yang berujung pada pengkhianatan terhadap setidaknya 40 anggota agen MI6 di Eropa Timur.
Ia dipenjara di London pada 1960, namun melarikan diri pada 1966 dan kabur ke Rusia.
BACA JUGA:Apakah Menjadi Mata-Mata Inggris Sekeren James Bond?
Badan Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR) mengatakan Blake "memiliki cinta yang tulus untuk negara kami". Demikian dilansir dari BBC, Selasa (10/1/2023).
Kematiannya, yang dilaporkan oleh media milik pemerintah Rusia, RIA Novosti, dikonfirmasi oleh Sergei Ivanov, kepala dari biro pers SVR.
BACA JUGA:Menguak Kecanggihan Agen Rahasia MI6, Seperti dalam Film James Bond?
Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkannya sebagai "profesional yang luar biasa dengan keberanian dan daya tahan hidup khusus ".
"Selama bertahun-tahun upaya keras dan beratnya, ia memberikan kontribusi yang benar-benar tak ternilai untuk memastikan keseimbangan strategis dan pelestarian perdamaian di planet ini," katanya dalam pesan belasungkawa.
"Hati kami akan selalu menghargai kenangan hangat dari pria legendaris ini."
Blake lahir dengan nama George Behar pada 11 November 1922 di Rotterdam, Belanda.
Ayahnya adalah orang Spanyol keturunan Yahudi yang bertempur untuk Inggris selama Perang Dunia I dan mendapatkan kewarganegaraan Inggris.
Blake sendiri bekerja untuk gerakan perlawanan Belanda selama Perang Dunia II, sebelum melarikan diri ke Gibraltar di Spanyol yang dikontrol oleh Inggris.