Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menangis, Putri Candrawathi Ceritakan Detik-Detik 'Digarap' Brigadir J di Magelang

Achmad Al Fiqri , Jurnalis-Rabu, 11 Januari 2023 |16:51 WIB
Menangis, Putri Candrawathi Ceritakan Detik-Detik 'Digarap' Brigadir J di Magelang
Putri Candrawathi (Foto: MPI)
A
A
A

JAKARTA - Putri Candrawathi menangis saat menceritakan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Brigadir Nofriansyah Yosua atau Brigadir J di Magelang.

Hal itu disampaikan saat diperiksa sebagai terdakwa atas kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua dalam Sidang di PN Jakarta Selatan.

Sebelumnya, Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso pun menanyakan lebih dalam soal dugaan pelecehan seksual yang dialami istri mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo tersebut.

"Kapan saudara sadar Yoshua masuk ke ruang saudara," kata Wahyu di ruang sidang, Rabu (11/1/2023).

Putri pun menceritakan saat itu ia sedang tertidur. Lalu mendengar suara pintu terbuka keras. "Kayak grukk gitu terus saya membuka mata saya," jawab Putri sambil bergetar.

Baca juga: Ditanya Miliki Hubungan Khusus dengan Brigadir J, Putri: Saya Ini Korban Kekerasan Seksual!

"Nggak perlu diceritakan semua, saya cuman pengin tahu waktunya, kan saudara sudah memberikan keterangan kemarin," jawab Wahyu.

"Yosua sudah ada di dekat kaki saya," sambung Putri menangis.

Baca juga: Putri Candrawathi: Sampai Hari Ini Saya Tak Tahu di Mana Salahnya Saya

"Kemudian seperti saudara terangkan di keterangan saudara kemarin saat menjadi saksi," ucap Wahyu.

Saat itu, kata Putri, ia terjatuh dalam posisi terduduk saat dilecehkan oleh Brigadir J.

Lantas Asisten Rumah Tangga (ART), Susi pun berusaha menyadarkan dirinya. "Setelah saya jatuh terduduk, saya tersadar ketika susi memegang kaki kanan saya, mengoyang-goyang kaki saya," tutur Putri.

Putri pun menggambarkan kembali bagaimana situasi saat itu. Kata dia, Susi nampak khawatir dengan kondisinya usai dilecehkan oleh Brigadir J.

Putri pun tak bisa menyembunyikan kesedihan saat mengingat peristiwa pelecehan tersebut. Ia pun sempat menangis dan diam sejenak.

Putri Candrawathi berusaha menutupi kesedihannya di sela sidang dengan menghapus air matanya.

Selanjutnya, ia mendengar Susi berteriak memanggil Kuat Maruf. Saat itu, Susi terus berusaha untuk membuka mata Putri Candrawathi.

"Om Kuat, Om Kuat tolong ibu," kata Putri menirukan ucapan Susi.

Putri Candrawathi melanjutkan bahwa Kuat Maruf lantas bergegas naik ke atas untuk menemuinya dan Susi. "Kuat naik ke atas memegang kaki kiri saya. Lalu saya diangkat oleh Kuat dan Susi di dalam kamar. Saya dibaringkan di tempat tidur," lanjut ia.

Kuat Maruf pun lalu turun ke bawah. Kemudian, Kuat mengingatkan Susi untuk mengkunci pintu. "Kuat sepertinya turun ke bawah karena saya mendengar suara ribut-ribut di lantai 1," ujar Putri.

Hakim pun lantas bertanya apakah suara Kuat Maruf saat itu keras lantaran terdengar oleh Putri yang berada di lantai dua rumah. "Agak keras suara Kuat karena sampai terdengar suara oleh saudara. Agak Kuat ya suaranya?," ucap Wahyu.

"Iya. Lalu suara itu menghilang," jawab Putri.

Putri Candrawathi sempat bertanya kepada Kuat Maruf, di mana posisi Ricky Rizal dan Richard Eliezer alias Bharada E pada saat itu. "Om Kuat dek Ricky di mana, dek Richard di mana?" tanya Putri.

"Sedang ke sekolah anak ibu," timpal Kuat yang ditirukan Putri.

Sejurus kemudian, Putri lantas meminta agar menghubungi Ricky Rizal dan Richard Eliezer agar segera kembali ke rumah.

"Lalu saya minta mencarikan telepon saya. Lalu saya minta tolong Kuat untuk menelepon Ricky atau Richard saat itu," lanjut Putri.

"Ingat jam berapa," tanya Wahyu

"Tidak ingat," jawab Putri.

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement