Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Melacak Jejak Manusia dalam Kehidupan Planet Mars

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Kamis, 02 Februari 2023 |05:02 WIB
Melacak Jejak Manusia dalam Kehidupan Planet Mars
Ilustrasi/ Doc: NASA
A
A
A

Pesawat luar angkasa juga dibangun dengan ruangan-ruangan dengan filter udara dan prosedur kontrol biologis yang ketat. Ini dirancang untuk memastikan bahwa hanya beberapa ratus partikel yang dapat mencemari setiap meter persegi, dan idealnya tidak lebih dari beberapa lusin spora per setiap meter persegi.

Tapi, hampir tidak mungkin membuat pesawat dengan nol biomassa. Mikroba telah berada di Bumi selama jutaan tahun, dan mereka ada di mana-mana.

Mereka dapat membentuk biofilm pada permukaan benda dan peralatan, dapat bertahan dalam keadaan kekeringan dan berkembang di lingkungan yang dingin.

Ternyata, ruang steril berfungsi sebagai bagian dari proses seleksi evolusioner untuk makhluk hidup paling tangguh, yang kemudian memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dalam perjalanan ke Mars.

Temuan-temuan ini kemudian mendorong dibuatnya bentuk perlindungan terhadap planet yang disebut "forward contamination" atau kontaminasi maju. Kondisi ini terjadi ketika kita mungkin membawa sesuatu (secara sengaja atau tidak sengaja) ke planet lain.

Penting untuk memastikan keselamatan dan pelestarian setiap kehidupan yang mungkin ada di tempat lain di alam semesta, karena kehadiran organisme baru dapat menciptakan malapetaka saat mereka tiba di ekosistem baru.

Manusia memiliki rekam jejak buruk terkait kontaminasi organisme. Cacar, misalnya, menyebar melalui selimut yang diberikan kepada masyarakat pribumi di Amerika Utara pada abad ke-19. Bahkan di 2020, kita tidak dapat membendung penyebaran virus penyebab Covid-19, SARS-Cov-2.

Kontaminasi maju juga hal yang tidak diinginkan dari perspektif sains. Para ilmuwan harus merasa yakin bahwa penemuan bentuk kehidupan di planet lain adalah benar-benar asli dari sana, alih-alih berasal dari kontaminasi yang mulanya tumbuh di Bumi.

Mikroba bisa saja 'menumpang' ke Mars, meski telah melalui proses pembersihan dan paparan radiasi di luar angkasa.

Genom mereka mungkin berubah drastis dalam proses ini, sehingga mereka terlihat seperti benar-benar dari planet lain.

Kita telah melihat adanya mikroba baru yang berevolusi di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Dan meskipun para ilmuwan NASA bekerja keras untuk menghindari masuknya spesies semacam itu ke tanah atau udara Mars, tanda-tanda kehidupan di Mars — sekecil apapun — harus diperiksa dengan seksama untuk memastikan mereka bukan berasal dari Bumi.

Jika tidak, maka ini akan memicu munculnya penelitian yang salah arah tentang kehidupan di Mars.

Mikroba yang terbawa ke luar angkasa juga bisa menjadi ancaman langsung bagi para astronot. Mereka menimbulkan risiko kesehatan dan bahkan bisa menyebabkan kerusakan peralatan pendukung kehidupan bila mereka tersumbat oleh koloni mikroorganisme.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement