Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Afghanistan, Negara 'Kuburan Para Penguasa' yang Tak Mampu Ditaklukkan Para Adidaya

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 03 Februari 2023 |06:05 WIB
Afghanistan, Negara 'Kuburan Para Penguasa' yang Tak Mampu Ditaklukkan Para Adidaya
Pejuang gerilya menembaki pos penjagaan Soviet di Kandahar, Afghanistan, 1985. (Foto: Reuters)
A
A
A

Setelah 20 tahun bercokol di Afghanistan dan terlibat konflik yang menewaskan ribuan korban jiwa, pada April 2021 AS memutuskan biaya mempertahankan keberadaannya di negara itu terlalu mahal dan memutuskan menarik pasukannya.

Banyak pihak menilai keputusan yang diambil Presiden AS Joe Biden ini kontroversial, terutama setelah Taliban kembali merebut kekuasaan dan merebut ibu kota kabul pada Agustus 2021, hanya empat bulan setelah penarikan pasukan AS.

Biden sendiri membela keputusannya, mengatakan bahwa warga Amerika tidak seharusnya mati di mempertahankan Afghanistan. Biden bahkan mengatakan bahwa menciptakan kestabilan, keamanan, dan persatuan di Afghanistan sebagai sesuatu yang mustahil.

"Tidak akan pernah ada kekuatan militer yang bisa menciptakan Afghanistan yang stabil, bersatu dan aman," ujarnya.

Minggatnya Amerika Serikat dari Afghanistan semakin menguatkan julukan negara itu sebagai "Kuburan Para Penguasa".

Analis Pertahanan dan Kebijakan Luar Negeri David Isby menilai bahwa Afghanistan adalah negara yang kompleks , dengan infrastruktur buruk, pembangunan terbatas, dan terkurung oleh daratan. Namun, kegagalan oleh serangkaian negara besar dan adidaya untuk menaklukkan Afghanistan dinilai disebabkan oleh kesalahan para penguasa negara itu sendiri.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement