Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kesedihan Hayam Wuruk saat Dyah Pitaloka Bunuh Diri Usai Perang Bubat

Tim Okezone , Jurnalis-Rabu, 08 Februari 2023 |05:35 WIB
Kesedihan Hayam Wuruk saat Dyah Pitaloka Bunuh Diri Usai Perang Bubat
Tangkapan layar media sosial
A
A
A

AMBISI Mahapatih Majapahit Gajah Mada untuk menaklukkan Kerajaan Sunda dengan perkawinan politik sang atasannya Hayam Wuruk kandas dalam Perang Bubat. Bahkan perang itu menewaskan hampir seluruh rombongan Sunda.

Terlebih saat Dyah Pitaloka calon mempelai Raja Hayam Wuruk meninggal bunuh diri. Ia tak kuasa menahan sedihnya sehingga mempertanyakan strategi mahapatihnya jadi pemicu utama.

(Baca juga: Ucapan Permintaan Maaf Gajah Mada Usai Dinyatakan Bersalah saat Perang Bubat)

Gajah Mada pun menjadi hujatan pejabat di negeri Majapahit saat itu. Namun, Hayam Wuruk sang raja muda sebenarnya tak ingin menangkap Gajah Mada. Earl Drake, pada bukunya "Gayatri Rajapatni : Perempuan di Balik Kejayaan Majapahit", mengisahkan Gajah Mada menjadi orang yang dicari dan diburu di istana Majapahit.

Bahkan, Gajah Mada tetap yakin atas kebijakannya untuk mensyaratkan setiap raja kecil mengakui kedudukan mereka sebagai bawahan Majapahit. Sebelum nantinya menikmati hak-hak istimewa sebagai anggota imperium.

Jika Raja Sunda tak sudi menerima ketentuan itu, sudah seharusnya ia tidak menerima lamaran terhadap putrinya dan tidak pula berlayar ke Majapahit bersama rombongan besar, seolah-olah pernikahan itu melibatkan pihak-pihak yang sederajat.

Namun, dengan latar belakang ini, Gajah Mada mengakui bahwa sudah seharusnya ia terlibat dalam perundingan perkawinan tersebut sejak awal untuk meluruskan segala kesalahpahaman, jauh sebelum rombongan pengantin berlayar dari Sunda.

Keraton Majapahit kemudian menyimpulkan ada beberapa orang yang bersalah dalam menangani urusan pernikahan tersebut. Namun yang paling bertanggung jawab secara langsung adalah Gajah Mada.

Oleh karena itu, dia harus menyampaikan permintaan maaf secara publik. Gajah Mada pun meminta maaf dan mengajukan permohonan cuti panjang, yang dihabiskannya di tanah miliknya di desa. Peristiwa Bubat adalah malapetaka besar bagi Sunda dan mendorong Majapahit untuk melakukan refleksi diri.

Namun, ada dampak positif setelah kejadian, karena Hayam Wuruk tergugah dan berusaha untuk tidak lagi terlalu menggantungkan diri pada Gajah Mada dalam pengambilan keputusan-keputusan yang sulit di pemerintahan. ia langsung terlibat dalam pendekatan politik pemerintahan baru yang mengesankan.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement