NEW YORK - Komandan US Strategic Command (Stratcom) Jenderal Anthony J. Cotton menyebutkan China telah melampaui Amerika Serikat (AS) pada kepemilikan peluncur rudal balistik antarbenua (ICBM).
Pernyataan ini disebutkan dalam laporan yang dibuat sebagai tanggapan atas Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional pada 26 Januari 2023 lalu. Cotton menjelaskan China memiliki peluncur lebih banyak dibanding AS meskipun tak jelas berapa jumlahnya.
"China secara resmi telah melampaui AS dalam total peluncur rudal nuklir berbasis darat,” ujar Cotton seperti dikutip Air & Space Forces Magazine.
BACA JUGA: Tutup Tahun 2022, Korea Utara Tembakkan 3 Rudal Balistik Jarak Pendek ke Semenanjung Korea
Meski China dikatakan memiliki peluncur rudal balistik yang lebih banyak dari AS, Cotton mengklaim triad nuklir AS masih yang terdepan dengan jumlah rudal dan hulu ledak nuklir yang lebih besar.
Perubahan tersebut menunjukkan ekspansi cepat China dalam kemampuan nuklir. Pada tahun 2021, citra satelit menunjukkan China sedang membangun 250 hingga 300 peluncur ICBM baru di tiga bidang rudal yang berbeda.
Selain itu, Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat (PLARF) juga memiliki puluhan peluncur rudal bergerak, atau kendaraan transporter erector launcher (TEL).
Sedangkan saat ini AS memiliki 400 Minutemen III ICBM dalam silo yang tersebar di tiga bidang rudal dan tidak ada peluncur rudal bergerak berbasis darat. ICBM-nya dibatasi berdasarkan perjanjian dengan Rusia. AS juga memiliki kapal selam rudal balistik bersenjata nuklir dan pembom berkemampuan nuklir.
Namun, laporan Kekuatan Militer China terbaru dari perkiraan Pentagon bahwa Sang Naga hanya memiliki enam unit kapal selam dengan peluncur rudal balistik, dibandingkan dengan 14 unit milik Angkatan Laut AS. China baru saja mulai menerjunkan pertempuran berkemampuan nuklir Xian H-6N . Sebaliknya, Angkatan Udara AS memiliki lebih dari 90 medan strategi, gabungan dari B-2 dan B-52 yang dapat meluncurkan senjata nuklir.
Pentagon memperkirakan pada tahun 2035 Cina akan memiliki 1.500 hulu ledak nuklir. Sementara lebih dari tiga kali lipat persediaan hCina saat ini, yakni sekitar 400 hulu ledak nuklir, maka total ledak hulu ledak nuklir AS saat ini mencapai 3.700 unit yang ada di gudang persenjataan.
Namun, fakta bahwa Cina telah memiliki lebih banyak peluncur rudal darat mendapat perhatian oleh para petinggi di Capitol Hill.
“Ini harus menjadi peringatan bagi Amerika Serikat. Tidaklah meremehkan untuk mengatakan bahwa program modernisasi nuklir China berkembang lebih cepat dari yang diyakini kebanyakan orang. Kami tidak punya waktu untuk disia-siakan dalam menyesuaikan postur kekuatan nuklir kami untuk menghalangi Rusia dan China. Ini berarti jumlah yang lebih tinggi dan kemampuan baru," kata Mike Rogers, ketua House Armed Services Committee.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.