GEMPA bumi merupakan salah satu bencana alam yang dapat menimbulkan banyak korban jiwa. Terdapat negara yang pernah dilanda gempa besar dengan korban banyak. Salah satunya adalah China. China pernah diguncang gempa bumi pada 1556 yang mengakibatkan 830.000 meninggal dunia. Berikut 5 negara yang pernah dilanca gempa besar dengan korban banyak.
1. China
Gempa bumi mengguncang wilayah Provinsi Shaanxi, China Utara pada 23 Januari 1566. Gempa bermagnitudo 8 ini mengakibatkan 830.000 orang meninggal dunia. Gempa tersebut menewaskan sekitar 60 persen populasi wilayah tersebut. Banyaknya korban dipicu oleh padatnya penduduk serta konstruksi bangunan rumah yang kurang baik. Pusat gempa berada di dekat kota Huaxian, Weinan, Huayin tepatnya di lembah Sungai Wei, Provinsi Shaanxi. Gempa pun menimbulkan kebakaran. Tak hanya itu, gempa juga menimbulkan retakan di permukaan tanah sedalam 1,8 meter.
(Baca juga: Hari Keempat Gempa Turki, Berapa Lama Korban Terperangkap di Bawah Reruntuhan Bertahan Hidup?)
2. Haiti
Gempa bermagnitudo 7 mengguncang Haiti pada 12 Januari 2010. Gempa ini berada di sekitar 25 kilometer barat daya dari ibu kota Haiti, Port-au-Prince. Terdapat beberapa gempa susulan bermagnitudo 5,9 dan 5. Gempa disebabkan adanya pergerakan lempeng tektonik. Pergeseran lempeng tektonik ini terjadi di Karibia ke arah timur di sepanjang sistem sesar geser Enriquillo-Plantain Garden. Gempa terjadi pada kedalaman 13 kilometer ini dinilai sangat dangkal sehingga menghasil getaran yang kuat di permukaan bumi. Gempa mengakibatkan 316.000 orang meninggal dunia.
3. Indonesia
Pada 26 Desember 2014, gempa bumi disusul tsunami menimpa Aceh, Indonesia. Melansir Katalog Gempabumi Signifikan dan Merusak 1821-2018 oleh BMKG, gempa dan tsunami di Aceh ini mengakibatkan total 283.100 orang meninggal dunia. Sekitar 10 menit setelah gempa terjadi, gelombang air setinggi 30 meter menghempas sejumlah kawasan pesisir di Indonesia, Thailand, Sri Lanka, India, Maladewa, serta pesisir Timur Afrika. Gempa bermagnitudo 9 ini tak hanya menyebabkan korban jiwa, namun juga menyebabkan kerugian di bidang ekonomi, sosial budaya serta lingkungan. Lebih dari 500.000 orang pun terpaksa mengungsi.