Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

3 Jenderal yang 'Dimatikan' Soeharto, Hoegeng Salah Satunya

Ajeng Wirachmi , Jurnalis-Senin, 13 Februari 2023 |05:09 WIB
3 Jenderal yang 'Dimatikan' Soeharto, Hoegeng Salah Satunya
Hoegeng. (Foto: Istimewa)
A
A
A

Satu kisah yang cukup terkenal adalah kala Hoegeng menolak tawaran jabatan sebagai Duta Besar di Kerajaan Belgia, Benelux, dan Luksemburg.

Mendengar penolakan itu, Soeharto langsung memanggil Hoegeng ke Cendana. Presiden ke-2 RI tersebut terlihat sangat kecewa, hingga mengeluarkan pernyataan bahwa tidak ada lagi lowongan di Indonesia untuk seorang Hoegeng.

3. Mayjen TNI Pranoto Reksosamodra

Posisi Menteri/Panglima Angkatan Darat pada Oktober 1965 dijabat oleh Mayjen TNI Pranoto Reksosamodra. Ia bersama dengan Soeharto berada di jajaran pimpinan Tentara Teritorium IV Diponegoro. Pranoto ditunjuk langsung oleh Presiden Soekarno untuk menjadi Pelaksana Harian Angkatan Darat, yang menggantikan Jenderal TNI Ahmad Yani yang diculik oleh pasukan pemberontak dalam tragedi G30S/PKI.

Saat Yani dinyatakan hilang (sebelum akhirnya ditemukan tewas), hubungan Pranoto dan Soeharto dikabarkan kurang harmonis. Meskipun sudah ditunjuk sebagai pengganti sementara Yani, namun Pranoto tidak bisa bertemu Presiden. Sebab, kala itu pimpinan AD sudah diambil alih oleh Soeharto.

Setelahnya, Soeharto terkesan mematikan karier Pranoto dengan menempatkannya sebagai perwira tinggi pada KSAD. Bahkan, pada 16 Februari 1966, Soeharto melalui surat perintah penangkapan, resmi meringkus Pranoto karena diduga terlibat dalam aksi pemberontakan. Pranoto lantas ditahan selama 15 tahun tanpa adanya pemeriksaan dan pengadilan.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement