KENYA – Hampir semua petani akan melakukan apa saja demi menyelamatkan sawah dan hasil panennya. Begitu juga yang dilakukan petani di Kenya ini.
Sawah milik Rose Nekesa di Kenya barat diketahu telah diserang oleh kawanan besar burung quelea berparuh merah yang rakus. Ribuan petani di dekat kota tepi danau Kisumu khawatir mereka akan menuai panen terburuk dalam lima tahun.
"Saya kehilangan suara karena saya menghabiskan sepanjang hari berteriak, untuk mengusir burung-burung itu. Burung-burung ini tidak takut pada apa pun," katanya kepada BBC, memegang segumpal besar lumpur di satu tangan dan tongkat di tangan lainnya.
"Mereka sudah terbiasa dengan kita dan semua yang kita berikan pada mereka,” lanjutnya.
BACA JUGA: Cuan, Petani Lada di Belitung Siap Jajaki Peluang Ekspor
Dia melempari burung-burung dengan lumpur untuk menakut-nakuti mereka dari hasil panennya. Tubuhnya yang kecil dan kurus sering memungkinkannya berlari melintasi sawahnya saat lebih banyak kawanan turun.
BACA JUGA: Viral! Petani Buat Gambar Wajah Messi di Ladang Jagung
“Ketika tidak ada burung, saya bisa bekerja sendiri. Sekarang, saya membutuhkan setidaknya empat orang untuk bekerja untuk saya. Ini sangat mahal. Kami memohon kepada pemerintah untuk turun tangan. Beras ini adalah satu-satunya sumber pendapatan yang kami miliki,” terangnya.
Nekesapun bersiap menghadapi yang terburuk. Dia berharap bisa memanen setidaknya 50 karung beras selama musim tersebut. Sekarang, dia berharap hanya mengumpulkan 30 karung.