KATHMANDU - Pilot pesawat Yeti Airlines yang jatuh di Nepal bulan mengatakan sebelum kecelakaan bahwa tidak ada daya dari mesin pesawat, demikian diungkap dalam laporan penyelidikan awal yang dirilis Rabu, (15/2/2023). Kecelakaan itu menewaskan semua orang di dalamnya dan merupakan musibah udara terburuk di Nepal dalam tiga dekade.
Pesawat ATR 72 bermesin ganda itu jatuh sesaat sebelum mendarat di kota wisata Pokhra pada 15 Januari dengan membawa 72 orang termasuk dua bayi, empat anggota awak, dan 10 warga negara asing. Tim penyelamat menemukan 71 mayat, dengan satu orang yang belum ditemukan diperkirakan tewas.
Laporan itu mengatakan pilot yang menerbangkan pesawat menyerahkan kendali kepada pilot yang memantau sebelum jatuh.
Informasi dalam laporan awal dapat berubah saat penyelidikan berlangsung, demikian kata laporan tersebut.
Panel penyelidik memiliki waktu hingga akhir Februari untuk menyerahkan laporan akhirnya.
Awal bulan ini, panel mengatakan analisis perekam suara kokpit dan perekam data penerbangan menunjukkan baling-baling kedua mesin menjadi "feather in the base leg of descending.".
Pakar penerbangan K.B. Limbu kemudian mengatakan bahwa baling-baling yang menjadi “feather” atau “bulu” berarti "tidak ada daya dorong" di mesin, atau tidak menghasilkan tenaga apa pun.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.