Pernyataan tersebut juga mengungkapkan bahwa China akan memberikan denda kepada kedua perusahaan tersebut senilai dua kali lipat dari kontrak yang mereka buat dengan Taiwan. Pemimpin kedua perusahaan itu juga dilarang bekerja dari China.
Kedua perusahaan tersebut juga dimasukan ke dalam daftar "entitas yang tidak dipercaya." Daftar tersebut berisi sejumlah perusahaan yang menurut China dapat "membahayakan kedaulatan negara, kepentingan keamanan atau pembangunan." Pernyataan Kementerian Perdagangan China tersebut tidak menyebutkan soal insiden balon mata-mata.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.