ROMAWI - Sarkofagus timah era Romawi ditemukan pada Selasa (14/2/2023) di situs pekuburan Romawi berusia 2000 tahun di Jalur Gaza. Pemakaman itu berada di sepanjang pantai Gaza Utara dan 500 meter (0,3 mil) dari laut.
Direktur penggalian dan museum Kementerian Pariwisata dan Purbakala Palestina, Jehad Yasin, mengatakan kepada CNN pada Kamis (16/2/2023), sarkofagus itu mungkin milik individu terkemuka berdasarkan di mana ia ditemukan.
Yasin mengatakan kuburan Romawi kuno ditemukan pada 2022 saat penggalian dilakukan di situs tersebut bekerja sama dengan Premiere Urgence Internationale dan didanai oleh British Council.
BACA JUGA: Melihat Sejarah Kota Kuno yang Penuh Dosa di Bawah Laut Roma
Premiere Urgence Internationale, sebuah organisasi kemanusiaan Prancis, telah berkolaborasi dalam proyek pelestarian warisan budaya Palestina di Gaza di bawah program yang disebut INTIQAL.
BACA JUGA: Misteri Kerangka Dua Perempuan dan Bayi Prematur Era Romawi di Inggris
Menurut Yasin, peti mati itu digali dari situs untuk melakukan analisis arkeologi untuk identifikasi tulang, yang akan memakan waktu sekitar dua bulan.
Tim ahli penguburan kuno akan membuka segel peti mati dalam beberapa minggu mendatang.
Sementara Gaza adalah tempat yang sering dibombardir udara dan blokade darat, udara, dan laut yang diberlakukan oleh pejabat Israel dan Mesir, sarkofagus tetap utuh.
“Situasi sarkofagus ini terpelihara dengan baik, karena masih tersegel dan tertutup,” bunyi siaran pers Kementerian Pariwisata dan Purbakala.
Arkeolog Prancis dan Palestina telah menemukan 85 makam individu dan kolektif di akropolis Romawi seluas 3.500 meter persegi sejak penemuannya tahun lalu, sementara 10 di antaranya telah dibuka untuk penggalian.
Di luar puing-puing kantong pantai terdapat lusinan artefak dan situs pemakaman dari era Romawi, Bizantium, dan Kanaan.
Tahun lalu seorang petani Palestina menemukan kepala patung dewi Anat Kanaan berusia 4.500 tahun, sementara seorang petani Palestina lainnya menemukan mosaik era Bizantium di kebunnya.
Pada 2022, Kementerian Pariwisata dan Purbakala merilis panduan arkeologi Arab pertama mereka berjudul "Gaza, Pintu Gerbang ke Levant". Panduan tersebut memetakan 39 situs arkeologi di Gaza, termasuk gereja, masjid, dan rumah kuno yang berusia 6.000 tahun.
Kementerian mengharapkan lebih banyak temuan arkeologi di nekropolis. Direktur Yasin mengatakan sarkofagus lebih lanjut kemungkinan akan ditemukan pada bulan-bulan berikutnya.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.