JAKARTA - Crystalino David Ozora, korban penganiayaan Mario Dandy Satrio, anak pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo, ternyata seorang santri asal Pesantren Inggris Assalam Bogor, Jawa Barat. Hal itu diungkapkan oleh Pengasuh Pesantren Assalam Bogor, Ustadz Hafas Alawy.
Menurut Hafas, David mulai menjadi santri sejak tahun 2019. Ia, menjadi salah satu sosok mualaf di pesantren tersebut.
"Saya, mewakili Pesantren Inggris Assalam Bogor membenarkan bahwa David santri kami. David masuk pesantren sekitar tahun 2019, tidak sampai 3 tahun dia sudah memutuskan untuk boyong (keluar)," ujar Hafas dikutip MPI dalam laman resmi NU Online, Jumat (24/2/2023).
BACA JUGA:5 Tingkah Mario Dandy, Anak Pejabat Pajak Pengeroyok David Latumahina hingga Koma
Kala itu, lanjut Hafas, David diantar ayahnya untuk menimba ilmu di sana. Bahkan, keputusan untuk belajar Islam di Pesantren Assalam tersebut didukung langsung oleh Menteri Agama (Menag) sekaligus Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas.
Hafas menambahkan, sosok David yang menjadi seorang mualaf disambut gembira oleh rekan-rekannya di pesantren, bahkan David kerap memberikan hadiah kepada adik kelasnya.
"Awalnya minat David jatuh di bidang musik, khususnya di drum. Alhamdulillah David mewariskan stik drum yang ia bawa untuk adik-adik kelasnya di pesantren," jelasnya.
BACA JUGA: Ini Penjelasan Polisi Soal Agnes Selfie dengan David Usai Dianiaya Mario
Hafas kemudian bercerita setelah David memutuskan untuk keluar atau boyong dari pesantren. Meski sudah tak belajar di Assalam, tetapi David kerap melakukan konsultasi dan ingin kembali belajar, khususnya di bidang desain.