Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

5 Politisi Perempuan yang Vokal Menyuarakan Kesetaraan Gender

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Rabu, 08 Maret 2023 |19:03 WIB
5 Politisi Perempuan yang Vokal Menyuarakan Kesetaraan Gender
Arzeti Bilbina/Foto: Okezone
A
A
A

JAKARTA - Sejumlah politisi perempuan ini dinilai vokal dalam menyuarakan kesetaraan gender. Mereka memberi dukungan dan perhatian atas hak-hak kaum perempuan. Berikut deretan politisi perempuan yang vokal menyuarakan kesetaraan gender.

 (Baca juga: Hari Perempuan Internasional, Jokowi: Perubahan Beri Ruang yang Sama dan Setara)

1. Rieke Diah Pitaloka

 

Artis perempuan Indonesia ini sukses jadi politikus. Rieke Diah Pitaloka merupakan politisi perempuan dari fraksi PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) sekaligus Anggota DPR. Pertama kali Rieke mengenal serta mengetahui feminisme termasuk kesetaraan gender melalui buku karya Pramudya Ananta Toer. Menurut Rieke, karya Pramudya menggambarkan proses perlawanan perempuan tertindas yang nyata dapat mengeluarkan energi serta semangat luar biasa.

Tak sekadar politisi, Rieke dapat dibilang sebagai sosok yang vokal menyuarakan kesetaraan gender. Pada berbagai kesempatan, perempuan yang pernah bermain sebagai Oneng dalam sitkom Bajaj Bajuri ini kerap mengomentari kasus yang menimpa perempuan terutama kekerasan hingga kesetaraan. Diketahui, Rieke juga pernah mendampingi Valencya, seorang istri yang dituntut 1 tahun penjara karena memarahi suami dalam kondisi mabuk pada November 2021. Rieke pun turun tangan atas kasus tersebut dan mengajak masyarakat memberi dukungan kepada Valencya.

2. Rahayu Saraswati Djojohadikusumo

Rahayu Saraswati Djojohadikusumo merupakan politisi perempuan dari Fraksi Gerindra. Ia ditunjuk menjadi Wakil Ketua Umum Bidang Pemuda, Perempuan, dan Anak Partai Gerindra periode 2020-2025. Perempuan kelahiran 27 Januari 1986 ini mulai terjun ke dunia politik pada 2008 menjadi Kabid Advokasi Perempuan di DPP Partai Gerindra. Ia juga ditunjuk menjadi Kabid Pengembangan Peranan di Tunas Indonesia Raya atau organisasi sayap partai Gerindra.

Pada 2014, keponakan Prabowo Subianto ini terpilih dan menjadi anggota Komisi VIII periode 2014-2019. Sara, panggilan akrabnya, dikenal sebagai politisi yang memperjuangkan perempuan. Selain itu, ia tidak lelah menyuarakan keadilan. Sara dapat menjadi garda terdepan untuk setiap perempuan dan anak yang membutuhkan perlindungan.

3. Nurul Arifin

Nurul Arifin merupakan Anggota DPR dari Fraksi Golkar. Sebelum menjadi politisi, Nurul mengawali kariernya sebagai pemain film. Debut film pertamanya berjudul Hati yang Perawan pada 1984. Ia mulai masuk dunia politik ketika terpilih menjadi Anggota DPR periode 2009-2014. Saat ini, Nurul Arifin menjabat sebagai Anggota Komisi I DPR.

Perempuan kelahiran Bandung, 18 Juli 1966 ini pun vokal dalam menyuarakan kesetaraan gender. Pada perayaan Hari Perempuan Internasional 8 Maret 2018 di Bandung, misalnya, Nurul mengajak kaum perempuan untuk membangun semangat kesetaraan demi mendapatkan kesamaan hal dalam segala hal. Menurut Nurul, masih banyak terjadi pelecehan terhadap perempuan dan anak. Mereka yang menjadi korban kekerasan atau pelecehan seksual tersebut harus mendapat dukungan. Nurul berharap, perempuan berani keluar serta menyerukan kesetaraan gender, sehingga tidak ada lagi ruang atau target pelecehan dan kekerasan.

4. Meutya Hafid

Meutya Viada Hafid atau dikenal dengan Meutya Hafid adalah Ketua Komisi I DPR periode 2019-2024 dari Fraksi Golkar. Sebelum menjadi seorang politisi, Meutya pernah menjadi wartawan di salah satu televisi swasta. Bahkan dirinya pernah mendapat tugas peliputan di Irak pada 2005. Saat itu, Meutya bersama kameramen disandera oleh mujahidin Irak. Keduanya berhasil dibebaskan setelah beberapa hari disandera.

Sebagai seorang politisi, Meutya juga kerapkan menyuarakan kesetaraan gender. Meutya mengatakan, kaum perempuan membutuhkan pembekalan hingga akses pendampingan guna menambah kemampuan manajerial. Menurutnya, perlu ada peningkatan kapasitas serta kualitas kesetaraan gender dalam era digital bagi perempuan.

5. Arzeti Bilbina

Arzeti Bilbina adalah Anggota DPR dari Fraksi PKB. Sebelum menjadi seorang politisi, Arzeti dikenal sebagai model, artis, hingga pembawa acara. Menurut perempuan kelahiran 4 September 1979 ini, sejak dulu perempuan sudah berjuang untuk mendapat kesetaraan hak.

Baginya, perempuan berhak mempunyai peran dari berbagai hal. Arzeti pun meminta masyarakat untuk dapat melihat lagi perjuangan perempuan dalam segala aspek. Mulai dari hal memperjuangkan upah yang laik hingga partisipasi perempuan dalam pemilihan umum. Selain itu, Arzeti memotivasi perempuan untuk dapat terus berjuang mewujudkan mimpi hingga memajukan bangsa.

(Fahmi Firdaus )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement