BOGOR - Polisi menemukan rambut sebagai barang bukti baru terkait temuan kerangka manusia diduga perempuan di kawasan Taman Nasional Gununh Halimun Salak (TNGHS).
"Tadi kita cek TKP, kita cari di beberapa tempat dari posisi kemarin kita temukan (rambut) udah ketutup sama tanah. Banyak enggak satu dua, sekepalan tangan mungkin ya," kata Kapolsek Tamansari Iptu Agus Hidayat dikonfirmasi, Senin (13/3/2023).
Kendati demikian, pihaknya masih belum mengetahui identitas dari tengkorak tersebut. Selain susah untuk dikenali, belum ada laporan dari masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya.
"Belum (laporan kehilangan). Mudah-mudahan kita cepat temukan," ungkapnya.
Sehingga, pihaknya berharap kepada masyarakat yang merasa kehilangan keluarganya untuk segera melapor ke pihak kepolisian terdekat khususnya Polsek Tamansari. Nantinya, akan dilakukan uji tes DNA melalui rambut untuk memastikan identitasnya.
"Barang kali ada warga yang kehilangan warga kita identifikasi (pakai rambut)," tambahnya.
Agus menambahkan, sejauh ini untuk kondisi tengkorak atau kerangka tersebut dinyatakan lengkap. Memang, sempat ada yang tertinggal di lokasi ketika proses evakuasi pertama dilakukan.
"Sementara dari dokter lengkap. Tapi kemaren ada yang gak kebawa juga karena pas kita evakuasi pertama itu hujan deras. Nanti saya kabarin kalau ada perkembangan lebih lanjut," pungkasnya.
Sebelumnya, kerangka mayat diduga wanita ditemukan tergeletak di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) tepatnya Blok Kalimati, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Selasa 7 Maret 2023.
Kerangka itu ditemukan oleh warga yang sedang pengecekan air di jalur Blok Kalimati. Ciri-cirinya memakai baju kaos warna hitam, celana leging berwarna biru, memakai sendal, topi dan payung.
"Kemungkinan (lokasi temuan) di ketinggiannya 1.200 Mdpl," kata Kepala Resort II TNGHS Sukiman dikonfirmasi wartawan, Rabu (8/3/2023).
Lokasi temuan kerangka tersebut bukan termasuk ke dalam jalur pendakian. Sehingga, kecil kemungkinan bahwa kerangka tersebut merupakan pendaki.
"Lokasinya di dalam hutan, bukan di jalur pendakian. Kalau di jalur pendakian kan gak keburu meninggal kayanya pasti ada yang lewat ketahuan orang. Tapi saya masih belum bisa jawab itu. Sekarang sih sudah ditangani pihak rumah sakit ya," jelasnya.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.