Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ditjen HAM Tunggu Klarifikasi Gubernur NTT soal Sekolah Jam 5 Pagi

Bachtiar Rojab , Jurnalis-Selasa, 21 Maret 2023 |16:25 WIB
Ditjen HAM Tunggu Klarifikasi Gubernur NTT soal Sekolah Jam 5 Pagi
Ditjen HAM tunggu klarifikasi Gubernur NTT Viktor Laiskodat terkait sekolah jam 5 pagi (Foto: MPI)
A
A
A

JAKARTA - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat belakangan ini jadi perbincangan publik lantaran mengeluarkan kebijakan yang mewajibkan siswa-siswi di NTT masuk sekolah pada pukul 05.00 Wita.

Menanggapi hal itu, Koordinator Yankomas Ditjen HAM Zuliansyah mengatakan, pihaknya tengah melakukan tindakan terkait kebijakan tersebut. Termasuk, menelaah soal aspek hak anak di NTT.

"Nah, terkait dengan sekolah pagi ini, pertama kita kan melihat dari aspek hak asasi manusia terkait dengan hak anak apakah ini bertentangan dng prinsip hak terbaik (the best right for child)," ujar Zuliansyah saat ditemui di kantor Ditjen HAM, Jakarta Selatan, Selasa (21/3/2023).

Zuliansyah menambahkan, Ditjen HAM juga tengah menunggu klarifikasi dari Gubernur NTT Viktor Laiskodat. Bahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan dinas pendidikan setempat.

"Kami sudah koordinasi kan dengan gubernur NTT, kami tinggal menunggu hasil klarifikasi. Tim kami, Kanwil pun sudah bergerak di sana," ungkapnya.

"Sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan di sana memang ada beberapa pertimbangan yang disampaikan Dinas Pendidikan di sana, tentunya bahwa itu adalah niat baik dari gubernur ingin membentuk karakter anak biar lebih disiplin, cuma kan kita harus melihat dari berbagai aspek," sambungnya.

Diketahui sebelumnya, Meski banyak memunculkan pro kontra di kalangan masyarakat, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat tetap bergeming dengan rencananya untuk agar siswa masuk sekolah mulai jam 5 pagi. Menurut Victor, rencana itu tidak adakan diberlakukan di semua sekolah, melainkan hanya di sekolah-sekolah tertentu saja.

"Secara serius saya menanggapi pernyataan ketua Sinode tentang sekolah jam 5 pagi. Kita perlu tidak semua sekolahan. Kita perlu dua sekolah. Dua sekolah itu sekolah unggul," kata Victor sebagaimana dikutip dari akun Instagramnya.

Victor menjelaskan bahwa kebijakan itu bertujuan menciptakan generasi penerus yang unggul. Pasalnya, menurut Victor, selama ini siswa di NTT sulit untuk masuk ke perguruan tinggi favorit di Indonesia seperti Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

(Angkasa Yudhistira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement