Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ini Syarat Melihat Bangkai Titanic dari Dekat

Muhammad Fadli Rizal , Jurnalis-Rabu, 29 Maret 2023 |05:05 WIB
Ini Syarat Melihat Bangkai Titanic dari Dekat
A
A
A

 

ANTARTIKA - Melihat kapal karam paling terkenal di dunia, Titanic bukan lagi menjadi mimpi belaka. Namun, untuk mewujudkan keinginan itu harus rela menggelontorkan uang miliaran rupiah.

Ide itu dicetuskan oleh CEO Ocean Gate, Stockton Rush. Ia ingin menjelajah lautan sebagaimana Elon Musk hingga Jeff Bezos ingin melakukan perjalanan ke luar angkasa.

“Akan ada masanya ketika orang-orang pergi ke luar angkasa dengan biaya lebih murah dan menjadi sangat rutin. Saya pikir hal yang sama juga akan terjadi di bawah laut," ujar Rush.

Eksplorasi Titanic ini memungkinkan siapa pun yang memiliki cukup uang untuk menjelajah ke dunia baru, meski tanpa pelatihan khusus.

Sepintas, lokasi Rush di Atlantik Utara tampak biasa-biasa saja. Namun, di sinilah salah satu peristiwa paling terkenal dan tragis dalam sejarah terjadi.

Di titik itu, di kedalaman 3.800 meter di bawah permukaan laut, terdapat bangkai kapal Titanic yang tenggelam pada April 1912 setelah menabrak gunung es pada pelayaran perdananya.

Bagi Rush, yang mencoba membuat penjelajahan laut secara massal dan komersil, situs kapal karam yang paling terkenal di dunia wajib diselami.

“Saya membaca sebuah artikel yang mengatakan ada tiga kata dalam bahasa Inggris yang dikenal di seluruh dunia. Ketiga kata itu adalah Coca-Cola, God, dan Titanic,” ujar Rush.

Namun untuk mewujudkan mimpinya tentang Titanic, Rush harus membuat kapal selam jenis baru yang terbuat dari bahan ringan. Dengan kapal itu ia berharap bisa bisa membawa hingga lima orang turun sampai ke titik kedalaman di mana bangkai Titanic berada.

Tentu saja ide Rush itu dipandang sebelah mata. Banyak yang mengira hal itu tidak mungkin dilakukan.

Namun, sekarang Rush berada di lokasi— setelah berhasil mencapai bangkai kapal itu dengan kapal selam pada tahun lalu—bersama banyak orang, termasuk awak kapal, staf Ocean Gate, ilmuwan, serta sekelompok kecil petualang “spesialis misi” yang masing-masing membayar 250 ribu USD atau setara dengan Rp3,8 miliar.

Para petualang yang terlibat dalam misi ini adalah bankir Renata Rojas, pengusaha Oisin Fanning, produser Jaden Pan serta ahli kelautan Steve Ross, dan nahkoda kapal selam Scott Griffith.

“Saya bukan jutawan. Saya menabung dalam waktu yang sangat lama. Saya mengorbankan banyak hal dalam hidup saya supaya bisa menjangkau Titanic. Saya tidak punya mobil, saya belum menikah, belum punya anak. Semua keputusan itu saya buat karena saya ingin pergi melihat Titanic,” kata Rojas.

Sementara bagi Ross, penyelaman ini menawarkan kesempatan langka untuk mempelajari ekosistem di laut dalam, dengan cara mengambil sampel air di sekitar lokasi bangkai kapal dan merekam keanekaragaman hayati menggunakan kameranya.

“Ada semacam perlombaan untuk memahami laut dalam, yang merupakan lingkungan paling besar di lautan, tapi paling kurang dieksplorasi. Perubahan di lautan memiliki dampak besar bagi seluruh dunia,” tutur Ross.

“Dalam perjalanan turun, kami melihat spesies mesopelagis yang menjadi bagian migrasi terbesar di Bumi," imbuh Rush.

"Setiap malam, komunitas besar dari spesies ini bermigrasi ke permukaan, lalu setiap pagi mereka kembali ke kedalaman 500 hingga 1.000 meter. Banyak di antaranya memiliki bioluminensi, jadi Anda bisa melihat pancaran cahaya di mana-mana,” katanya.

Ketika mencapai dasar laut, kapal selam itu mendarat di puing seluas 15 meter persegi, yang mengelilingi haluan dan buritan Titanic yang telah terpisah.

“Seketika kami berlima mengheningkan cipta,“ kata Pan.

”Hal pertama yang saya lihat adalah serpihan-serpihan batu bara. Itulah momen yang menghubungkan saya dengan para korban Titanic."

"Fakta bahwa orang-orang membawa batu bara itu ke atas kapal dan ketika tenggelam semuanya tumpah begitu saja.”

Setelah melewati ubin warna-warni, piring-piring, hingga sebuah wastafel di antara puing-puing itu, mereka mencapai tujuan mereka: haluan Titanic yang menjadi ikon romansa antara tokoh fiksi Jack dan Rose dalam film Titanic.

Mereka berswafoto. Setelah itu, sisa waktu di dasar laut dihabiskan untuk menjelajahi haluan dan puing-puing Titanic sebelum naik ke permukaan.

Butuh waktu beberapa bulan untuk menganalisis data yang mereka kumpulkan dari video, tetapi misi itu terasa memuaskan bagi mereka.

Begitu keluar dari kapal selam itu dan kembali ke kapal laut, Rojas menyeka air matanya.

“Dulu saya merasa perlu melakukan ini untuk melengkapi hidup saya. Sekarang saya merasa lengkap,” ujar Rojas.

(Widi Agustian)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement