JAKARTA - Penyakit kusta telah hidup di bumi selama hampir 3.500 tahun. Namun, hingga kini para ilmuwan menyebut belum banyak mengetahui fakta terkait kusta.
Di alam liar, satu-satunya makhluk yang diketahui membawa Mycobacterium leprae, bakteri penyebab kusta. Kusta merupakan penyakit kronis menular yang menyerang kulit, saraf, dan selaput lendir, yang kemudian menyebabkan bercak putih, mati rasa, pelemahan otot dan kelumpuhan.
BACA JUGA:
Meski sudah berada di bumi sejak ribuan tahun, masih misteri tentang penyakit kuno ini. Tidak ada yang tahu bagaimana kusta muncul, atau mengapa di beberapa bagian dunia penyakit ini lebih menyebar dibanding di tempat lain.
Para ilmuwan bahkan masih belum tahu pasti bagaimana penyebarannya.
BACA JUGA:
Contohnya adalah trenggiling. Berasal dari Amerika Selatan, hewan pemakan serangga ini sekarang juga ditemukan di seluruh Amerika Tengah dan Amerika Utara bagian selatan.
Di Brasil, satu dari tiga negara yang menyumbang sebagian besar dari 200.000 kasus kusta baru setiap tahun bersama India dan Indonesia, trenggiling diburu untuk diambil dagingnya.
Dalam sebuah studi, para peneliti menemukan bahwa 62% trenggiling yang dibunuh pemburu terinfeksi M. leprae. Kemudian di AS, hewan ini disalahkan atas peningkatan kasus kusta di Florida.
Namun, seperti banyak hal tentang kusta yang masih misteri, sejauh mana trenggiling bertanggung jawab dalam menyebarkan penyakit ini pada manusia secara karakteristik tidak jelas.
( Muhammad Fadli Rizal)