Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Restui Wacana Koalisi Besar, Jokowi Dinilai Berperan sebagai King Maker di 2024

Tim Okezone , Jurnalis-Sabtu, 08 April 2023 |12:50 WIB
Restui Wacana Koalisi Besar, Jokowi Dinilai Berperan sebagai King Maker di 2024
Foto: Okezone
A
A
A

JAKARTA - Pertemuan partai politik pendukung pemerintahan Jokowi yang dihadiri beberapa ketua umum partai di Kantor DPP PAN, Jakarta, berpotensal terwujud koalisi besar di Pilpres 2024.

Lima orang ketua umum yang hadir antara lain, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, dan Ketua Umum PPP Mardiono.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Power Ikhwan Arif mengatakan, hal itu lantaran ada kekuatan Jokowi dalam pertemuan tersebut.

Ia menilai Jokowi menunjukkan peran sebagai 'king maker' yang bisa melanjutkan estafet koalisi pendukung pemerintah.

"Peran Jokowi sangat terlihat dan Jokowi ingin menunjukkan power sebagai king maker dalam pertemuan yang digelar oleh partai PAN,”ujarnya, Sabtu (8/4/2023).

Hal ini menunjukkan bagaimana kekuatan Jokowi sebagai penentu dalam peleburan beberapa koalisi untuk membentuk koalisi besar, di tengah kuatnya tarik menarik kepentingan politik di pusaran elit politik pendukung pemerintah.

“ Jokowi secara tidak langsung ingin menunjukkan siapa yang akan dipilihnya di 2024" kata Ikhwan.

Ikhwan melanjutkan, dalam wacana peleburan koalisi KIB dan KKIR, memang harus mendapat restu dari Jokowi.

"Arah pilihan Jokowi sudah jelas untuk mendukung total wacana peleburan KIB dan KKIR sebagai kekuatan besar dalam melanjutkan kepemimpinan Jokowi" ungkapnya.

Hal ini sesuai dengan pengakuan Jokowi di Kantor PAN kemarin bahwa dirinya merestui pembentukan koalisi KIB dan KKIR. Namun, Jokowi membantah memerintahkan parpol itu membentuk koalisi.

Presiden Jokowi yang hadir pada pertemuan tersebut merespons positif wacana lima partai membentuk koalisi besar. Namun, ia menegaskan tak ikut campur dalam rencana ini.

"Saya hanya bilang cocok. Terserah kepada ketua-ketua partai atau gabungan ketua partai. Untuk kebaikan negara untuk kebaikan bangsa untuk rakyat, hal yang berkaitan bisa dimusyawarahkan itu akan lebih baik," ujarnya di kantor PAN, Minggu (02/04/2023).

Menurut pandangan Ikhwan bakal calon presiden yang diusung oleh koalisi besar harus sesuai dengan selera dan restu Jokowi.

"Presiden Jokowi akan menunjuk Capres dari KIB dan KKIR dengan mempertimbangkan who the next Jokowi yaitu orang-orang pilihan Jokowi yang punya program-program kerja untuk melanjutkan kepemimpinan Jokowi sehingga dukungan full akan diberikan kepada capres-cawapres yang punya visi misi yang sama dengan presiden," ungkap Ikhwan.

Lebih lanjut kata Ikhwan, berbagai progam kerja yang telah dijalankan Jokowi akan terganjal jika Presiden Jokowi memilih capres-cawapres dari luar koalisi pemerintah.

Menurutnya, jika Presiden Jokowi salah pilih capres, maka akan berdampak besar terhadap kelanjutan program-program yang sudah dijalankannya selama ini.

"Sangat kecil kemungkinan dukungan politik diberikan kepada tokoh diluar pemerintah, sebaliknya potensi besar akan diberikan kepada tokoh yang mampu melanjutkan estafet kerja dan estafet program-program pemerintah yang masih tertunda" kata Ikhwan.

Sementara sosok capres dan cawapres yang diusung berasal dari kalangan KKIR (Gerindra-PKB) dan KIB, antara Golkar, PAN dan PKB.

Sedangkan untuk posisi capres-cawapres tentunya tidak jauh-jauh dari tokoh pilihan Jokowi seperti tokoh yang dinilai dekat dengan Presiden.

Dia memberi contoh Prabowo, Ganjar, Airlangga. Namun kendalanya Ganjar hari ini tergerus oleh isu penolakan Israel di Piala Dunia U-20, dengan demikian pilihan terdekat akan mengarah kepada Prabowo sebagai Capresnya.

“Apalagi Prabowo secara resmi ingin maju sebagai capres, apabila restu Jokowi sudah diperoleh bisa saja posisi wakilnya akan jatuh pada KIB, yaitu Airlangga atau bisa saja sebaliknya" ungkap Ikhwan.

"Faktor restu Jokowi akan mempermudah proses distribusi nominasi kandidat capres dan cawapres di koalisi besar pendukung pemerintah. Langkah strategi yang diambil Jokowi sudah tepat untuk menunjukkan dirinya sebagai King Maker dalam periode kepemimpinan terakhir di 2024" pungkasnya.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement