Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jihad Penguasa Perempuan Ratu Kalinyamat Perangi Portugis di Malaka

Avirista Midaada , Jurnalis-Selasa, 25 April 2023 |05:30 WIB
 Jihad Penguasa Perempuan Ratu Kalinyamat Perangi Portugis di Malaka
Ratu Kalinyamat (foto: dok Wikipedia)
A
A
A

SERANGAN hebat dilakukan oleh penguasa perempuan di Pulau Jawa bernama Ratu Kalinyamat. Ratu Kalinyamat dengan gagah berani memerintahkan untuk menyerang Portugis di Malaka. Penyerangan ini atas ajakan Raja Johor pada tahun 1550 melalui sebuah pucuk surat yang meminta untuk sang ratu berjihad.

Sang Raja Johor kala itu menyatakan bahwa Portugis tengah lengah dan menderita berbagai kekurangan. Ratu menjawab ajakan itu dengan mengirimkan armada yang kuat. Dan 200 kapal persekutuan muslim itu, 40 buah datang dari Jepara, membawa 4.000-5.000 prajurit bersenjata.

Panglima yang memimpin, seorang Jawa bernama Sang Adipati, disebutkan sebagai pemberani. Orang Jawa memang memberikan sumbangan penting pada usaha pengepungan Kota Malaka. Mereka menyerangnya dari utara, dan merebut daerah orang pribumi di sana, sebagaimana digambarkan De Graaf pada "Puncak Kekuasaan Mataram : Politik Ekspansi Sultan Agung".

Ketika pihak sekutu Melayu mengakhiri pengepungannya, karena takut akan serangan dari armada Portugis terhadap kota-kota dan pelabuhan-pelabuhannya, pasukan Jawa masih tetap meneruskan pengepungannya. Tetapi, begitu orang Portugis membalas yang sengit, mereka pun mundur.

Konon saat penyerangan ini ada salah satu pembesar atau pejabat di pasukan Jawa yang gugur. Hal itu membuat semangat dari pasukan menurun. Alhasil para pasukan Jawa itu mencoba melarikan diri ke pantai dan berusaha naik kapal cepat-cepat, sehingga pertempuran dilanjutkan di darat dan di laut.

Dua ribu orang Jawa gugur dan seluruh perbekalan mereka. Markas perkemahan mereka dibakar, sedangkan angin badai yang baru saja datang menyebabkan dua kapal Jawa yang bermuatan penuh terdampar di pantai dan menjadi mangsa orang Portugis.

Beberapa kapal Portugis yang menyerang dari pantai juga menimbulkan kerugian besar. Akhirnya, tidak sampai separuh dari jumlah kapal dan prajurit yang berangkat dari Jepara dapat kembali.

Kendati kalah sejarah mencatat itulah penyerangan pertama secara besar-besaran dari nenek moyang. Penyerangan di laut menegaskan bagaimana memang nenek moyang kita memiliki keberanian berlayar dengan armada dan pasukan yang memadai melawan penjajah.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement