JAYAPURA - Polri terus memburu Kelompok Kekerasan Bersenjata (KKB) Teroris dan orang-orang yang membantunya. Siapapun mereka, sipil maupun dari kalangan pejabat akan ditindak apabila terbukti membantu KKB.
Berikut fakta-fakta terkait dengan Kapolda Papua bidik pejabat-warga yang bantu KKB Egianus Kogoya
1. Bidik pejabat hingga warga sipil
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri menegaskan bahwa penegakan hukum yang saat ini sedang dilaksanakan adalah dengan membidik warga sipil dan pejabat yang membantu KKB, khususnya Egianus Kogoya dan kelompoknya.
"Dalam upaya pembebasan Pilot Susi Air yang disandera KKB Pimpinan Egianus Kogoya, TNI-Polri akan melakukan penegakan hukum yang terukur," katanya di Timika, Minggu (30/4/2023) dikutip Antara.
2. Kedepankan penegakan hukum
Ia mengakui sulitnya upaya pembebasan Pilot Susi Air yang disandera KKB membuat pihaknya akan lebih mengedepankan penegakan hukum.
Fakhiri menyebut penegakan hukum harus dilakukan agar kasus penyanderaan warga negara Selandia Baru tidak berlarut-larut.
"Penegakan hukum dilakukan karena negosiasi yang dilakukan tim yang dibentuk Penjabat Bupati Nduga hingga kini belum membawa hasil," ujarnya.
3. Siapapun yang mendukung KKB ditindak tegas
Apalagi, kata dia, sebelumnya pihaknya telah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk membantu dengan melakukan pendekatan kepada KKB agar membebaskan sandera.
"Siapa saja yang mendukung KKB Pimpinan Egianus Kogoya akan ditindak tegas," tegasnya.
4. Pemerintah turunkan tim untuk negosiasi
Sebelumnya, Pilot Susi Air Philip Mark Marten ditawan KKB Pimpinan Egianus Kogoya sejak tanggal 7 Februari 2023 sesaat setelah mendaratkan pesawatnya di Lapangan Terbang Paro.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nduga dilaporkan telah membentuk dan menurunkan tim untuk melakukan negosiasi dengan KKB namun hingga kini belum berhasil.
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.