Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Van Vlissingen Diburu Prajurit Pacitan Usai Berkhianat saat Perang Melawan Pangeran Diponegoro

Avirista Midaada , Jurnalis-Selasa, 16 Mei 2023 |06:57 WIB
Van Vlissingen Diburu Prajurit Pacitan Usai Berkhianat saat Perang Melawan Pangeran Diponegoro
Perang Diponegoro (Foto: istimewa/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pasukan Pacitan mencari keberadaan pemimpin prajurit Belanda Tuan Van Vlissingen karena pengkhianatannya ketika berperang melawan Pangeran Diponegoro. Van Vlissingen melarikan diri saat pertempuran di Glesung yang membuat pasukan dari Pacitan kewalahan hingga akhirnya mengalami kekalahan.

Para prajurit yang melarikan diri dari Glesung mengancam Tuan Van Vlissingen karena tidak mau bertempur dengan pasukan pemberontak di bawah Pangeran Diponegoro dan memilih melarikan diri dengan kuda Mas Cokrodiwiryo.

Oleh karena itu, para demang sepakat Tuan Van Vlissingen akan dikeroyok dan dibunuh sebagaimana dikisahkan pada "Kisah Brang Wetan : Berdasarkan Babad Alit dan Babade Nagara Patjitan", terjemahan Karsono Hardjoseputro.

Ketika sudah sepakat, pada suatu hari para demang pergi ke rumah Tuan Van Vlissingen, akan melaksanakan rencana tersebut. Beruntung, Tuan Van Vlissingen bisa bersembunyi di loteng.

Setelah tidak berhasil menemukan Tuan Van Vlissingen, para demang pulang ke rumah masing-masing. Kemudian Tuan Van Vlissingen kemudian melapor pada Tuan Residen Hendrik Mauritz MacGillavry di Surakarta. Setelah selesai menulis, surat dimasukkan ke bambu wuluh agar surat laporan itu tidak ketahuan.

Surat itu kemudian diantar oleh tiga orang yakni Jodrono, Kromosemito, dan Jaswahyo, yang semuanya bertempat tinggal di Desa Arjowinangun. Ketiga orang itu diberi penjelasan, serta dipesan jangan ada yang membawa senjata agar perjalanan mereka tidak ketahuan dan bambu wuluh harus digunakan sebagai tongkat. Ketiga orang itu segera berangkat.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement