JAKARTA - Hasil survei terbaru Lembaga survei Indo Strategi terkait peta dukungan calon presiden (capres) menjelang Pemilu 2024, menunjukkan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto sebagai sosok capres pilihan utama publik untuk menggantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Direktur Indo Strategi Arif Nurul Imam mengatakan, ada lima alasan mayoritas publik memilih Prabowo untuk menggantikan Jokowi.
"Pertama, publik menilai Prabowo adalah sosok pemersatu bangsa. Bukti kuat setidaknya ditunjukkan oleh bergabungnya Prabowo dalam pemerintahan Jokowi," kata Arif saat memaparkan hasil survei, Rabu (17/5/2023).
"Kemudian oleh engagement Prabowo terhadap lawan politiknya di masa lalu juga membuktikan Prabowo lebih mementingkan kesatuan bangsa daripada kepentingan kelompok. Ini sekaligus menujukkan Prabowo berjiwa besar tidak pendendam dan 'baperan'," sambungnya.
Alasan kedua, kata Arif, publik menilai Prabowo saat ini adalah sosok yang ramah. Hal tersebut merupakan penilaian yang baru bagi Menteri Pertahanan (Menhan) itu.
"Alasan ketiga, publik memilih Prabowo karena sosoknya yang berani," katanya.
Alasan keempat ialah, sosok Prabowo yang berlatar militer dan punya misi mempertahankan persatuan bangsa, dinilai memiliki karakter berani, tegas, serta bertanggungjawab.
"Alasan kelima, Prabowo dipilih karena populis, karakter ini tidak lepas dari keramahan yang ditunjukkan Prabowo sekarang ini. Kesan temperamental tak terlihat lagi. Temuan ini memunculkan karakter baru dari Prabowo," ucapnya.
Bahkan kinerjanya sebagai Menteri dinilai loyal. Sehingga, kata Arif, sangatlah wajar bila pemilih Prabowo yang lalu masih loyal kepada Prabowo dan pemilih loyal Jokowi mengarahkan pilihannya juga kepada Prabowo.
"Tentu di samping alasan-alasan tadi pengaruh endorsement Jokowi dan kinerjanya selaku Menteri juga signifikan menaikkan elektabilitas Prabowo," katanya.
Diketahui, sebagian besar atau 33,5% publik masih menempatkan Prabowo di tempat pertama sebagai sosok yang cocok gantikan Jokowi. Disusul oleh Ganjar di posisi kedua dengan persentase sebesar 19,7, dan Anies Baswedan 18,5 persen pada posisi ketiga.
Sebagai informasi, survei ini dilaksanakan pada 1-10 Mei 2023 melalui wawancara langsung terhadap 1.230 responden yang berusia 17 tahun ke atas atau telah memiliki KTP Indonesia.
Adapun margin of error +/- 2,83% pada tingkat kepercayaan 95%. Pencuplikan sampel menggunakan metode multistage random sampling atau rambang berjenjang.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.